Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Okto Dipecat dari Timnas

Minggu, 10 Maret 2013, 17:43 WIB
Komentar : 1
ligaprima.co.id
Oktovianus Maniani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nasib buruk kembali dialami Oktovianus Maniani. Pelatih asal Argentina Luis Manuel Blanco akhirnya resmi mencoret pemain kelahiran Papua dari daftar pemain sejak Sabtu (9/3).

''Okto tidak disiplin dalam mengikuti latihan. Pemain timnas yang lain selalu mengikuti dua kali latihan dalam sehari. Namun, Okto selalu tidak disiplin dalam mengikuti latihan,'' kata Blanco ketika dihubungi Ahad (10/3). 

Menurutnya, pemain timnas harus disiplin. ''Dengan disiplin dia bisa meraih kemenangan melawan Arab Saudi pada 23 Maret mendatang,'' tegas Blanco.

Kabar pemecatan Okto juga dibenarkan Habil Marati, perwakilan Badan Tim Nasional (BTN) selaku badan pengelola timnas. ''Okto sudah dipecat karena indisipliner. Namun, indisiplinernya seperti apa itu urusan pelatih,'' kata Habil.

Hal senada juga disampaikan oleh pengurus BTN lainnya, Tommy Arief. ''Blanco sangat disiplin. Kami sudah berkordinasi dengan dia terkait dengan keputusannya, tetapi dia tetap mengatakan Okto harus dikeluarkan,'' kata Tommy.

Kini, lanjut Tommy, Okto sudah dipulangkan ke daerah asalnya, Manokwari. ''Kami sudah mengurus tiket pesawat pada hari Ahad ini untuk pulang ke Manokwari, Papua,'' katanya.

Ketika dikonfirmasi wartawan, Okto pun tak menampik terkait pemecatan tersebut. ''Kesalahan saya hanya tidak berkomunikasi saat tidak mengikuti latihan pagi karena saya sakit perut. Saya tidak masalah, namun ini tidak etis karena saya dikeluarkan oleh asisten pelatih Marcos Conenna, seharusnya pelatih kepala Luis Manuel Blanco yang menyampaikan hal ini,'' kata Okto.

Saat ini, nasib Okto semakin tidak jelas. Hingga kini, Okto juga belum menemukan klub sepak bola mana yang akan bergabung usai rencana kontrak dengan Persepar Palangkaraya batal.

Reporter : Umi Lailatul
Redaktur : Fernan Rahadi
7.938 reads
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Zainal M Minggu, 10 Maret 2013, 18:12
disiplin awal dari kesuksesan, masih banyak yang kemampuannya diatas okto.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda