Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Uang Saku Pemain Timnas Ditunggak

Kamis, 21 Februari 2013, 13:36 WIB
Komentar : 0
Antara/Septianda Perdana
Tim nasional Indonesia mengikuti latihan di Stadion Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Sumut, jelang kualifikasi Piala Asia 2015.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bukan hanya tim pelatih yang gajinya masih ditunggak oleh PSSI. Otoritas Sepak Bola Indonesia ini ternyata juga belum membayarkan uang saku para pemain tim nasional.

Para penggawa Skuat Garuda belum mendapatkan uang saku mulai dari laga uji coba melawan Yordania pada Kamis (31/1) hingga laga perdana laga perdana kualifikasi Piala Asia 2015 melawan Irak di Dubai, Rabu (6/2).

Jumlah tunggakan tersebut berjumlah Rp 7 juta per pemain. Karena, PSSI menjanjikan uang saku Rp 1 juta untuk setiap pemain ketika timnas melakukan pertandingan di luar negeri.

Hal tersebut diakui gelandang timnas Rasyid Bakri. Pemain PSM Makassar itu mengatakan hingga kini uang saku tersebut belum diterimanya.

"Uang harian saya selama ke luar negeri kemarin belum dibayar," kata Rasyid ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (21/2). Rasyid sudah menanyakan permasalahan tersebut kepada manajemen timnas.

Namun belum ada jawaban pasti uang saku tersebut akan dibayarkan. Manajemen hanya mengatakan semuanya masih dalam proses. "Mudah-mudahan cepat selesai karena itu (uang saku) merupakan hak kami," harap Rasyid.

Permasalahan tunggakan tidak hanya dialami para pemain. Sebelumnya, Asisten Pelatih Timnas Fabio Oliveira juga mengaku belum mendapatkan gajinya selama lima bulan menangani timnas. Pun dengan Fisioterapis timnas Mathias Ibo yang gajinya masih ditunggak selama tiga bulan. 

Reporter : Satria Kartika Yudha
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
2.720 reads
Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda