Kamis, 8 Zulhijjah 1435 / 02 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kasus Tibo Dinilai Lecehkan Persebaya

Selasa, 07 Agustus 2012, 01:13 WIB
Komentar : 0
Republika/Wihdan Hidayat
Titus Bonai
Titus Bonai

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- CEO Persebaya 1972, Gede Widiade, mengakui ada oknum yang mengatasnamakan manajemen Persebaya mengeluarkan surat rekomendasi bodong kepada Titus Bonai untuk persyaratan bergabung dengan klub BEC Tero Thailand.

Menurutnya, kasus itu telah melecehkan nama besar Persebaya dan oknum yang berada di balik keluarnya surat itu bisa dipidanakan.

"Sekali lagi saya tegaskan bahwa surat rekomendasi itu keluar tanpa sepengetahuan saya, tapi ada oknum atau orang luar yang mengatasnamakan Persebaya," ujarnya ketika dihubungi wartawan di Surabaya, Senin (7/8) seperti dikutip dari Antara. 

Gede mengaku baru tahu kasus tersebut setelah muncul pemberitaan di media massa dan menyebutkan keterkaitan Persebaya. Ia pun telah mengkonfirmasi langsung kepada salah satu petinggi di PSSI dan mengetahui ternyata memang ada surat keluar dari Persebaya untuk pemain yang akrab disapa Tibo tersebut .

Gede pun menegaskan surat rekomendasi itu bukanlah datang dari manajemen Persebaya 1972 karena pihaknya sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan Tibo.

Sebelumnya, Ketua Harian Persipura La Siya menduga telah terjadi pemalsuan status Titus Bonai sebagai pemain Persebaya sehingga pemain tersebut gagal direkrut oleh klub Thailand, BEC Tero Sasana.

"Dia itu mengaku sebagai pemain Persebaya. Ini sangat kami sesalkan. Kenapa Tibo yang masih terikat kontrak dengan kami, kemudian disebut sebagai pemain Persebaya oleh agen Llano Mahardika?" katanya di Jakarta, Ahad (5/8).

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar