Senin, 2 Safar 1436 / 24 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Yosua Pahabol Dinilai Pelatih Indisipliner

Senin, 16 Juli 2012, 02:54 WIB
Komentar : 2
ANTARA
Yoshua Pahabol, kiri, saat bertanding melawan Jepang.
Yoshua Pahabol, kiri, saat bertanding melawan Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU - Yosua Pahabol pada pertandingan terakhir kualifikasi Piala Asia U-22 Grup E antara Indonesia melawan Singapura di Stadion Utama Riau, Ahad (15/7) tidak masuk pada tim inti maupun cadangan karena dinilai telah melakukan tindakan indispiliner.

Pelatih Timnas Indonesia Aji Santoso mengatakan, tidak masuknya pemain dengan nomor punggung 21 pada susunan pemain yang akan diturunkan adalah bentuk konsekuesi atau tindakan tegas yang harus diterima oleh pemain yang indisipliner.

"Saya tidak pernah menganak emaskan pemain. Semuanya sama. Apa yang saya lakukan ini adalah bentuk penegakan disiplin. Ini berlaku pada semuanya," kata Aji Santoso.

Menurut dia, indisipliner yang dilakukan oleh pemain klub Semen Padang itu berawal dari kekalahan Timnas Indonesia melawan Jepang. Setelah pertandingan Yosua Pahabol meninggalkan kegiatan timnas yang terlah terprogram. 

Yosua Pahabol, kata dia, bahkan tidak ikut latihan pagi maupun sore yang biasanya dilakukan sebelum pertandingan.

"Dia (Yosua) sempat datang ke hotel. Dan saya langsung beri teguran keras. Demi menegakkan disiplin pemain terpaksa kami minta dia tidak lagi bergabung dengan pemain timnas lainnya," katanya menambahkan.

Aji mengaku kejadian yang menimpa Yosua Pahabol bisa saja terjadi sama pemain timnas yang lain. Untuk itu pihaknya meminta pada semua pemain untuk disiplin dalam menjalankan tugasnya.

Pemain dengan posisi gelandang serang ini adalah pemain yang cukup menonjol. Pergerakan individu maupun kerja sama dengan pemain lainnya cukup bagus. Hanya saja pada pertandingan kualifikasi Piala Asia jarang diturunkan sebagai starter.

Pada awal kualifikasi, Yosua Pahabol mengalami sakit gigi sehingga hanya diturunkan sebagai pemain pengganti. Pada pertandingan kedua sempat dijadikan starter tapi oleh pelatih ditarik keluar dan digantikan Hendra Adi Bayauw.

Selama bermain di kualifikasi, pemain asal Papua itu tidak bermain seperti yang diperagakan saat pertandingan-pertandingan internasional lainnya. Bahkan, saat memperkuat timnas senior menghadapi Inter Milan bahkan Yosua mampu menciptakan gol.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
NTB Ingin Daulat Pangan
 JAKARTA -- Nusa Tenggara Barat (NTB)  telah menjadi pusat perkembangan ternak di Indonesia. Akan tetapi Gubernur NTB, Dr. K.H. TGH. M Zainul Majdi,...