Sunday, 28 Syawwal 1435 / 24 August 2014
find us on : 
  Login |  Register

Insiden Adu Jotos Nodai Laga Indonesia-Singapura

Monday, 16 July 2012, 01:12 WIB
Komentar : 6
ANTARA
Pesepakbola Indonesia Hendra Adi Bayauw (tengah) berebut bola dengan pesepakbola Singapura Safirul bin Sulaiman (kiri) dalam pertandingan babak kualifikasi grup E Piala Asia (AFC) U-22 di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Riau, Ahad (15/7).
Pesepakbola Indonesia Hendra Adi Bayauw (tengah) berebut bola dengan pesepakbola Singapura Safirul bin Sulaiman (kiri) dalam pertandingan babak kualifikasi grup E Piala Asia (AFC) U-22 di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Riau, Ahad (15/7).

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU - Pertandingan terakhir babak kualifikasi Piala Asia (AFC) Grup E yang mempertemukan Indonesia dengan Singapura di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Ahad (16/7) malam dinodai insiden baku hantam antarpemain.

Baku hantam pertama dilakukan oleh pemain Garuda Muda bernomor punggung 18, Agung Supriyanto terhadap salah satu pemain Singapura bernomor punggung 6, Madhu pada menit ke-86 pertandingan babak kedua.

Agung yang tidak terima akibat dikasari oleh Madhu memilih untuk melayangkan jotosan mengarah ke wajah pemain berkulit hitam itu.

Alhasil, Madhu terkapar di tengah lapangan pertandingan dengan sambil menutupi wajahnya.

Atas insiden itu, wasit pemimpin pertandingan, Yaqoob Said Abdullah Abdul Baqi (Oman) menghadiahi Agung kartu merah sekaligus mengusirnya dari arena pertandingan.

Insiden baku hantam di penghujung babak kedua itu kemudian menyulut emosi permainan kedua tim.

Tidak lama berselang sebelum wasit Yaqoob meniup peluit bertanda berakhirnya pertandingan, insiden kekerasan kembali terjadi antar pemain.

Kali ini giliran pemain Singapura bernomor punggung 6, Madhu yang dihadiahi kartu kuning setelah mendorong salah satu pemain Timnas Indonesia.

Peristiwa baku hantam tersebut nyaris saja menyulut emosi para suporter Garuda Muda yang tampak memadati seluruh kursi di Stadion Utama Riau.

Namun, pihak aparat kepolsian dan panitia berhasil meredamnya dengan berjaga-jaga di setiap tribun arena pertandingan.

Pada laga terakhir ini, pasukan Pelatih Aji Santoso berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-0.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar