Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Jamu Persela, Sriwijaya FC Pertajam Lini Depan

Selasa, 19 Juni 2012, 11:54 WIB
Komentar : 0
Antara/Feny Selly
Pemain Sriwijaya FC melakukan selebrasi usai mencetak gol dalam laga Liga Super Indonesia (LSI). (ilustrasi)
Pemain Sriwijaya FC melakukan selebrasi usai mencetak gol dalam laga Liga Super Indonesia (LSI). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG --- Target Sriwijaya FC meraih gelar juara Liga Super Indonesia (LSI) musim ini tinggal selangkah lagi, Kas Hartadi pelatih klub berjuluk Laskar Wong Kito ini masih terus berbenah.

Kas Hartadi masih melakukan evaluasi terhadap buruknya penyelesaian akhir dari para pemain khususnya saat pertandingan terakhir melawan Arema Indonesia yang berakhir dengan skor 2 – 1.

“Saat melawan Arema memang kami berhasil menang, tapi seharusnya para pemain bisa menciptakan lebih dari dua gol. Ini memperlihatkan jika penyelesaian akhir masih buruk, untuk itu kita harus memperbaikinya agar bisa tampil lebih baik saat melawan Persela nanti,” kata Kas Hartadi, Selasa (19/6).

Menghadapi Persela, Sriwijaya FC tetap belum bisa menurunkan Hilton Moreira yang masih sakit dan juga tidak bisa menurunkan Riski Nopriansyah akibat terkena akumulasi kartu kuning.

Pada pertandingan ke-30 melawan Persela, Rabu (20/6) di stadion Gelora Sriwijaya, Sriwijaya FC hanya memiliki Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs dan Siswanto di lini depan untuk meraih kemenangan dan sekaligus meraih poin maksimal 73 guna meraih gelar juara LSI 2012.

Sriwijaya FC yang kini berada di puncak peringkat LSI sebenarnya cukup produktif karena berhasil memasukan bola ke gawang lawan sebanyak 65 gol dan kebobolan 26 gol dengan mengumpulkan poin 73. Sementara pesaingnya di peringkat kedua Persipura baru mengantongi 59 poin dari 30 pertandingan yang sudah dilakukan.

 

Reporter : Maspril Aries
Redaktur : Hafidz Muftisany
Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia...celaka dia. ((HR. Abu Dawud dan Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...