Jumat, 30 Zulhijjah 1435 / 24 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

PSSI Nilai Timnas Telah Maksimal di Palestina

Rabu, 23 Mei 2012, 13:22 WIB
Komentar : 0
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PSSI menilai timnas Indonesia telah bermain maksimal di turnamen An-Nakbah di Palestina. Sekalipun kalah dari tim tuan rumah Palestina, perjuangan Irfan Bachdim cs tetap diapresiasi.

“Kalau melihat dari target yang dicanangkan yakni lolos ke semifinal, anak-anak berhasil menuntaskannya. Memang pada akhirnya di semifinal kita harus kalah,” ujar penanggungjawab timnas Bernahrd Limbong.
Namun Limbong memandang kekalahan timnas diliputi faktor ketidak-beruntungan. Krisis pemain dijadikannya sebagai salah satu penyebab timnas kalah.

“Kemarin kita tidak bisa memainkan banyak pemain karena cidera. Praktis hanya ada satu pemain cadangan. Tapi kita tetap memberi apresiasi pada penampilan Palestina yang bermain penuh semangat,” terangnya.

Timnas dibawah asuhan Nil Maizar harus mengakui keunggulan tuan rumah Palestina 1-2 dalam laga semifinal An-Nakbah di Palestina, meski permainan tim merah putih cukup ekspresif. Tim Merah Putih unggul lebih dulu ketika Irfan Bachdim berhasil mencuri bola dan melepaskan tendangan di menit 13. Namun di menit 38 Palestina berhasil menyamakan kedudukan lewat titik putih.

Di babak kedua, Palestina yang tampil di hadapan publiknya sendiri terus menggempur pertahanan Indonesia. Hasilnya Roberto Kettlun pada menit ke-66 mampu menjebol gawang Endra Prasetya sehingga membuat Palestina unggul menjadi 2-1. Skor ini tetap bertahan hingga pluit tanda babak kedua berakhir dibunyikan.

Kedepannya, lanjut Limbong, timnas tetap akan dipersiapkan untuk melakoni sejumlah uji coba. Agenda terdekat adalah laga pemanasan Piala AFF melawan Filipina di Manila pada 5 Juni mendatang.

“Kami harapkan kedepannya setiap pemain diperkenankan untuk memperkuat klub tanpa dipersulit oleh pihak manapun,” pungkasnya.


Reporter : Abdullah Sammy
Redaktur : Hazliansyah
Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kemarau Panjang Akibatkan Turunnya Pasokan Air Jakarta, Ini Solusinya
JAKARTA -- Musim kemarau panjang di indonesia memiliki dampak terhadap penurunan debit air baku. Kepala Divisi Komunikasi dan Pertanggung Jawaban Sosial PT PAM...