Senin, 7 Sya'ban 1439 / 23 April 2018

Senin, 7 Sya'ban 1439 / 23 April 2018

Djohar Arifin: Saya Dengar Rencana 'Kudeta' PSSI dalam 3 Bulan

Selasa 21 Februari 2012 21:10 WIB

Rep: Abdullah Sammy/ Red: Ramdhan Muhaimin

PSSI

PSSI

Foto: Republika/Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin buka suara terkait rencana sekelompok pihak yang berusaha menggulingkannya dari tampuk pimpinan organisasi sepak bola nasional. Menurutnya, beberapa jam setelah kongres Solo 9 Juli 2011 usai, dia langsung mendengar rencana penggulingannya dalam jangka waktu tiga bulan.

"Selesai kongres saya langsung mendengar informasi, kalau Djohar hanya akan bertahan tiga bulan. Tapi saya tidak pedulikan itu. Saya tetap ingin bekerja," ujar Djohar disela-sela acara seminar sepak bola di Universitas Nasional, Selasa (21/2). 

Sebagai gambaran, sejumlah pengurus PSSI rezim Nurdin Halid kini jadi kandidat Ketua Umum PSSI yang diusung KPSI. Bahkan KPSI juga menyiapkan adik Nurdin, Kadir Halid, sebagai salah satu kandidat yang akan mengkudeta Djohar.

Dia mengungkapkan rencana penggulingan datang dari pihak yang tidak rela ada perubahan di PSSI. Pihak tersebut kemudian memanfaatkan momentum perubahan kompetisi sebagai alasan menggelorakan perlawanan. 

Djohar berkilah, perubahan kompetisi dilakukan atas mandat penuh AFC. "Ada tenggat waktu dari AFC yang menginginkan kompetisi kita profesional. Jadi tidak pandang dari divisi mana, klub yang profesional itulah yang diloloskan AFC dalam proses verifikasi," imbuh Djohar.

Dia mengatakan, fokus dari pihak yang ingin menggulingkannya adalah keinginan untuk tetap memegang tampuk sepak bola tanpa diganggu soal transparansi. Dia mencontohkan bagaimana PT Liga yang bersikukuh tidak ingin diperiksa auditor deloite yang memili reputusi internasional. PT Liga justru memakai auditor lokal dan hasilnya belum diserahkan pada pengurus PSSI. 

"Jadi soal reformasi kita tidak akan kompromi. Ini demi perbaikan sepak bola Indonesia," tambahnya.

Dia pun mengaku mengabaikan kongres luar biasa yang digelorakan KPSI. Menurutnya KPSI hingga detik ini bukanlah produk yang diakui FIFA dan AFC. Sebaliknya, PSSI mendapat mandat untuk menyelesaikan polemik secara kekeluargaan. Namun FIFA juga menuntut PSSI agar bersikap tegas bila tidak ingin adanya sanksi. 

"Karena itulah kita mengambil jalan tegas untuk menyelamatkan sepak bola dari arus politisasi dan sanksi FIFA," pungkasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA