
REPUBLIKA.CO.ID, Komite Penyelamat Sepakbola Nasional (KPSI) yang berisikan mayoritas anggota PSSI akan mengupayakan pemain-pemain yang berada di klub Superliga Indonesia (ISL) kembali masuk ke tim nasional Indonesia.
Ketua KPSI, Toniy Apriliani menyatakan semua pemain sepakbola yang berwarganegara Indonesia berhak menjadi pemain timnas. Ia bahkan mengklaim mendapatkan dukungan Menpora terkait hal tersebut.
Semua pemain mempunyai kesempatan yang sama untuk memperkuat timnas. Menpora juga mendukung. Jadi kami akan mengupayakannya," ujar Tony.
Seperti yang diketahui, saat ini PSSI melarang pemain ISL memperkuat timnas dan hanya memanggil pemain-pemain yang tampil di kompetisi Indonesian Premier League (IPL) guna memperkuat timnas di semua level usia yaitu timnas U-21, U-23 dan timnas senior.
Tony menilai pelarangan tersebut tidak berdasar, apalagi Malaysia masih tetap memanggil Safee Sali untuk memperkuat timnas mereka meskipun dia berstatus pemain Pelita Jaya yang berkompetisi di ISL.
"Seperti FAM (federasi sepak bola Malaysia) memanggil Safee Sali yang saat ini bermain di Pelita Jaya. Berarti tetap bisa memperkuat timnas. Yang jelas tidak ada kata terlambat bagi PSSI untuk memanggil pemain ISL," katanya.
orang indonesia beli clup luar negeri itu bagus. daripada buat clup tarkam buat kompetisi tandingan
Balastoni kamu bohong lagi ya... safee dimainkan oleh tim nas malaysia karena statusnya bukan sebagai pemain pelita jaya tapi sebagai pemain di club bakrie yang diluar negeri (bocoran dari media lokal Malaysia)... dasar Penipu.....
Balas