Jumat, 3 Zulqaidah 1435 / 29 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Wali Kota Malang: Pengambilalihan Arema tak Terkait Pilkada 2013

Minggu, 22 Januari 2012, 12:04 WIB
Komentar : 0
Antara/Ari Bowo Sucipto
Sejumlah pemain Arema Indonesia melakukan pemanasan saat latihan coba lapangan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Sejumlah pemain Arema Indonesia melakukan pemanasan saat latihan coba lapangan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG - Wali Kota Malang, Jawa Timur, Peni Suparto membantah jika pengangambilalihan (take over) Arema yang berlaga di ajang Liga Primer Indonesia (LPI) demi kepentingan politiknya terkait pemilihan kepala daerah (pilkada) 2013.

"Hal itu sama sekali tidak benar. Awalnya saya memang tidak mau ikut campur dalam persoalan internal di tubuh Arema LPI, namun persoalan itu tidak kunjung tuntas, sehingga saya tergerak untuk ikut menyelesaikannya," kata Peni di Malang, Ahad (21/1).

Keseriusan Peni Suparto untuk mengambil alih Arema LPI itu banyak dikaitkan dengan rencana istrinya Heri Puji Utami bakal ikut "bertarung" memperebutkan kursi Wali Kota Malang pada Pilkada 2013. Lebih lanjut Politisi PDIP itu mengatakan, sebagai warga Malang yang juga Aremania, dirinya harus peduli terhadap aspirasi masyarakat (Aremania).

"Tujuan saya hanya satu, agar Aremania tidak resah dan ketika memberikan dukungan terhadap timnya juga nyaman. Sama sekali tidak ada tujuan politis, apalagi dikaitkan dengan pilkada tahun depan," tegasnya.

Ia mengakui, sepanjang sejarah perjalanan Arema, mulai dari Galatama hingga LSI dan sekarang LPI, pengelolaan dan manajemennya paling bagus ketika ditangani PT Bentoel, bahkan bisa membawa Arema menjadi juara Copa dan LSI. Namun, lanjutnya, kondisinya saat ini berbalik 180 derajat dan Aremania pun dibuat tidak tenang dan terbelah-belah.

"Makanya, saya sudah tegaskan ke Pak Nur bahwa 'take over' adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi," katanya menandaskan.

Menjelang kompetisi 2011-2012 Arema Indonesia terbelah menjadi dua tim, yakni Arema yang dikendalikan oleh M Nur dan Rendra Kresna. Namun, akhirnya Arema yang dikendalikan Rendra memilih berkompetisi di Liga Super Indonesia (LSI) dan M Nur yang didukung Lucky Acub Zaenal tetap dijalur LPI.

Hanya saja, menjelang "kick off" kompetisi, Arema LPI terbelah menjadi dua tim, yang satu masih dibawah naungan M Nur dengan pelatih Milomir Seslija dan didukung pemain lama, seperti Noh Alam Shah, TA Musyafri, Kurnia Meiga, Muhammad Ridhuan, dan Leonard Tumpamahu.

Sedangkan satu tim lainnya dikendalikan pendiri Arema Lucky Acub Zaenal yang didukung Fanda Soesilo dari PT Ancora dengan pelatih Abdurrahman Gurning.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar