Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Antisipasi Larangan FIFA, PSSI Siapkan Pemain Baru untuk PPD 2014

Monday, 26 December 2011, 18:44 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--PSSI berencana mendaftarkan pemain baru jika pemain timnas senior yang ada saat ini tidak bisa dimainkan pada pertandingan Pra-Piala Dunia (PPD) 2014 melawan Bahrain, Februari 2012.

Timnas senior yang ada saat ini mayoritas pemain yang turun di kompetisi Indonesia Super League (ISL). Kompetisi ini telah dinyatakan ilegal. Kompetisi resmi yang dikendalikan PSSI adalah Indonesia Premier League (IPL).

"Kami akan mencoba mendaftarkan pemain baru. Semuanya dari IPL. Keputusannya tergantung keputusan FIFA, kata Koordinator Timnas Bob Hippy di Jakarta, Senin.

Menurut dia, untuk menjalani pertandingan terakhir PPD 2014 melawan Bahrain, timnas senior tetap akan dilatih oleh Wim Rijsbergen seperti pertandingan-pertandingan PPD sebelumnya.

Meski akan mengajukan pemain baru dari IPL, pihak PSSI hingga saat ini belum merinci siapa saja nama-nama pemain yang diajukan, termasuk dari klub mana dia berasal. "Itu kami lakukan, jika pemain ISL benar-benar tidak bisa memperkuat lagi timnas senior," ucap anggota Komite Eksekutif PSSI itu.

Pemain ISL yang selama ini memperkuat timnas senior PPD 2014 di antaranya adalah Ferry Rotinsulu, M. Nasuha, Hamka Hamzah, M. Roby, Zukifli Syukur, M. Ridwan, Ahmad Bustomi, Firman Utina, M. Ilham, Bambang Pamungkas dan Boas Salossa.

Sedang pemain IPL yang berpeluang memperkuat timnas senior adalah pemain dari 12 klub di antaranya dari klub Semen Padang, Arema Malang, Persebaya, Persema, Persibo, PSM Makassar dan Persiba Bantul.

Ditanya dikelanjutan posisi Wim Rijsbergen sebagai pelatih timnas senior, Bob Hippy mengaku akan tetap dipertahankan, meski hasil timnas senior kurang maksimal.

"Setelah PPD agenda timnas berkurang. Wim nantinya akan konsentrasi pada penyegaran pelatih dan mencari pemain berbakat," kata Bob Hippy, menegaskan.

Sementara mantan kapten timnas senior, Firman Utina mengaku bisa menerima jika surat dari FIFA terkait larangan bermain di timnas bagi pemain yang bertanding di kompetisi ISL. "Jika benar terjadi maka pemainlah yang menjadi korban dualisme kompetisi di Indonesia," katanya saat dikonfirmasi dari Jakarta.

Dualisme kompetisi terjadi setelah PSSI dibawah kepemimpinan Djahor Arifin Husin menambahkan jumlah kuota klub yang bertanding di kompetisi tertinggi di Tanah Air. Sesuai Kongres Bali jumlah klub seharusnya 18 tetapi ditambah menjadi 24 klub.

Redaktur : taufik rachman
Sumber : antara
Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia...celaka dia. ((HR. Abu Dawud dan Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal DPR Tandingan, Ketua DPD:Tunjukkan Semangat Merah Putih untuk Indonesia Hebat
JAKARTA -- Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk DPR tandingan. Kepada wartawan, Jumat (31/10) ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman turut prihatin. Ia...