'Gabungkan LPI dan LSI? Itu tak Mungkin'

Sabtu, 24 Desember 2011, 14:16 WIB
'Gabungkan LPI dan LSI? Itu tak Mungkin'
ISL-LPI

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA - Terkait usulan menggabung Liga Primer Indonesia (LPI) sebagai liga yang diakui dengan Liga Super Indonesia (LSI), pengamat olahraga sekaligus wartawan senior Rayana Djakasurya mengatakan ide itu tak mungkin dilakukan.

Wartawan yang telah lama tinggak di Italia itu malah meminta agar PSSI tidak goyah pada pendiriannya. PSSI ujarnya, harus membawahi satu liga saja.

Sementara menanggapi keberadaan Liga Super Indonesia, Rayana berkomentar, "Jika LSI ingin tetap eksis maka pilihannya mereka berjalan di luar kompetisi resmi."

Soal kisruh di PSSI akibat dualisme liga ini, FIFA mengancam memberikan sanksi kepada Indonesia jika hingga tanggal 20 Maret 2012 permasalahan ini tak kunjung selesai

Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Reporter: Fernan Rahadi
Kisah memburu keledai liar. Rasulullah saw bersabda kepada para shahabatnya yg sedang mengenakan ihram: "Apakah ada seseorang di antara kalian yang memberikan isyarat untuk berburu?" Mereka menjawab: "Tidak. Beliau bersabda: "Makanlah sisa daging yang masih ada." Muttafaq Alaihi.(HR Muslim)
ali, Senin, 26 Desember 2011, 14:35

bung Rayana ada salah besar,ni Idonesia bukan Italia jd jangan di samakan,PSSI ga masuk akal atas keputusan"nya,PSMS koQ bisa masuk kompetisi tertinggi si???
nopotisme x si ketua PSSI itu,aku aja yg orang Medan asli ga setuju,,,,,
ISL yes IPL not..........

2 Balasan
eep, Senin, 9 Januari 2012, 08:45

betul kang suporter.masak PSMS jg masuk LSI?kan lucu

suporter, Senin, 2 Januari 2012, 14:54

klo gk setuju PSMS masuk kompetisi tertinggi (IPL), kenapa PSMS masuk ke ISL?? ditawarin yang resmi kok malah pilih yang ilegal..

Hadi Setiadi, Senin, 26 Desember 2011, 12:03

SETUJU

Balas
Sergio, Minggu, 25 Desember 2011, 23:58

Rayana mengatakan begitu karena pengalaman dalam melihat dan belajar bagaimana liga2 di Eropa menyelesaikan masalah, dan bukan karena beliau tidak tahu.... Hahaha... Memang LSI harus dicoret dan dihapus buang saja...

Balas
Markesot, Minggu, 25 Desember 2011, 15:50

Rayana khan dah lama di itali, tahunya spageti, mana paham IPL apa LSI, apa bung Rayana sudah tidak kuat berdiri pada 2 kaki? Aku sumbangkan tongkat agar kuat menyangga

1 Balasan
bagio, Senin, 26 Desember 2011, 16:16

IPL harus jalan toh udah ketahuan ndak pakai uang rakyat...seharusnya ISL yang tahu diri menghamburkan APBD...maju PSSI buang tu klub-klub yang mbalelo..

Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...