Thursday, 27 Ramadhan 1435 / 24 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pemain Naturalisasi Harus Uji Kelayakan

Saturday, 31 July 2010, 01:31 WIB
Komentar : 0
antara
Nugraha Besoes
Nugraha Besoes

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Para pemain sepak bola naturalisasi yang ingin bermain di Indonesia harus menjalani uji kelayakan (fit and proper test). Hal ini disampaikan Sekjen PSSI Nugraha Besoes.

"Untuk hal-hal yang bersifat teknis bagaimana pun mereka harus mengikuti 'fit and proper test'. Sedangkan untuk masalah administrasi tentu harus diselesaikan lebih dulu," ujar Nugraha di Jakarta, Jumat (30/7).

Dalam sebuah konferensi pers, Badan Tim Nasional (BTN) mengumumkan tiga pemain naturalisasi masuk Pelatnas, yakni Irfan Bachdim, Allesandro Trabucco, dan Kim Jeffrey Kurniawan.

Nugraha menjelaskan, tidak mudah bagi mereka untuk bisa masuk ke atmosfer persepakbolaan Indonesia, mengingat status naturalisasi telah diatur Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA), sementara pemerintah juga memiliki aturan tersendiri, UU No 20/2006.

"Harus ada sinkronisasi antara regulasi FIFA dengan peraturan pemerintah mengenai status naturalisasi itu. Jika semuanya bisa sinkron, maka mereka bisa masuk ke Indonesia sebagai pemain sepak bola," ujar Nugraha.

Di antara peraturan yang tercantum dalam UU No 20/2006 adalah bahwa kewarganegaraan seseorang dapat diperoleh dengan proses 'pewarganegaraan', sementara menurut FIFA, seseorang bisa dinaturalisasi jika didukung promotor di negaranya dan memiliki dua paspor.

"Masih ada ketentuan lain semisal seseorang memiliki keturunan darah dari kakek dan neneknya atau ayah dan ibunya. Sementara dalam aturan FIFA, seseorang yang sudah lima tahun berturut-turut berada di negara lain atau 10 tahun tidak berturut-turut berada di negara itu, maka dia bisa menjadi warga negara setempat," urai Nugraha.

Di sisi lain, lanjut Nugraha, pemain harus memiliki pertimbangan matang karena jika menyatakan menjadi warga negara Indonesia, maka dia harus harus mematuhi peraturan negara tersebut.

Dari tiga pemain naturalisasi tersebut, Alessandro Trabucco kelahiran Denpasar, Bali, berusia di bawah 18 tahun sehingga menghadapi kendala masuk ke Indonesia.

Trabucco yang terakhir kali bermain di klub Rimini, Italia, sedangkan Irfan Bachdim terakhir bermain di FC Utrecht Belanda, sementara Kim Kurniawan bermain di FC Heidelsheim Jerman.

Calon pemain naturalisasi lainnya adalah Serginho van Dijk (Belanda-Adelaide United/Australia), Donovan Partosoebroto (Belanda-SV Hoofdrof), dan Jason Oost (Belgia-KSVK United).

Ketua BTN Iman Arif menegaskan, para pemain tersebut tetap harus menjalani tes fisik dan teknik sesuai program pelatih timnas, Alfred Riedl. "Kriteria mengenai teknik sepenuhnya ditentukan oleh pelatih. Intinya, timnas akan dihuni oleh pemain terbaik," jelasnya.

Redaktur : Endro Yuwanto
Sumber : Antara
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...