Selasa , 19 September 2017, 06:57 WIB

Media Prancis Soroti Perselisihan Cavani dengan Neymar

Red: Israr Itah
EPA/CHRISTOPHE PETIT TESSON
Edinson Cavani (bawah) dan Neymar.
Edinson Cavani (bawah) dan Neymar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ligue 1 baru melewati pekan keenam, namun media-media Prancis menyoroti munculnya ketidakharmonisan dalam internal Paris Saint-Germain. Dalam laga melawan Lyon, Senin (18/9) dini hari WIB, dua penyerang PSG, Edinson Cavani dan Neymar dua kali terlibat insiden terkait bola mati. Salah satunya, melibatkan Dani Alves yang dikenal sebagai sahabat dekat Neymar.

Kejadian pertama berlangsung pada menit ke-48, Neymar dilanggar di luar kotak penalti. Alves memegang bola saat Neymar masih terbaring di lapangan. Cavani kemudian berusaha mengambil si kulit bundar, tapi Alves menyembunyikannya. Namun begitu Neymar bangkit, Alves kemudian menyerahkan bola kepada kompatriotnya yang membuat Cavani terlihat sedikit gusar.

Kemudian pada menit ke-79, pemain Lyon, Mendy melanggar Kylian Mbappe di kota terlarang. Cavani maju ke titik putih untuk mengeksekusi penalti. Tapi Neymar kemudian menghampiri dan berdiskusi sebentar dengan Cavani. Kali ini, Neymar yang kemudian meninggalkan Cavani untuk mengambil penalti. Malang bagi pemain timnas Uruguay itu, bola sepakannya berhasil ditepis penjaga gawang dan mengenai mistar.

Status Neymar sebagai pemain termahal dunia membuat tak hanya media Prancis membahas ini, melainkan sejumlah media lain di Eropa. Alves kemudian dimintai komentarnya perihal insiden pertama.

Pemain timnas Brasil ini mengaku ingin mengambil sendiri tendangan bebas. Tapi karena Neymar ingin mengambilnya, ia merelakan rekannya di Selecao itu menjadi eksekutor. 

"Saya ingin mengambil bola dengan tujuan menembak, tapi sayangnya saya tak bisa. Ney mengambil bola dan menembak," kata dia dikutip AS, Senin (18/9).

Meski demikian, tayang ulang tak menggambarkan itu. Alves seolah telah paham ada perselisihan mengenai eksekutor bola mati antara Neymar dan Cavani. Dan, ia memilih berada di pihak Neymar.

Seusai laga, Cavani dilaporkan berang. Ia meninggalkan Parc des Princes lebih cepat dari rekan-rekannya dan mengambil jalur belakang untuk menghindari awak media.

Neymar kemudian dilaporkan tidak mengikuti Instagram Cavani. Padahal sebelumnya eks bintang Barcelona ini mem-follow Cavani.

Musim lalu, Cavani mendapatkan kebebasan untuk menjadi eksekutor bola mati setelah Zlatan Ibrahimovic hengkang. Ia tampaknya menikmati kondisi sebagai tulang punggung tim setelah sebelumnya Ibrahimovic mendominasi. Cavani tampaknya belum rela kebebasannya kembali terenggut dengan kehadiran Neymar.

Sebaliknya, Neymar merasa dia berhak menjadi eksekutor merujuk kepada tradisi di Barcelona yang para bintangnya bergantian menjadi pengambil bola mati. Selain itu, statusnya sebagai bintang baru kemungkinan membuat Neymar merasa dia lebih dari pantas untuk menghadapi bola mati.

Pelatih PSG Unai Emery menyerahkan masalah ini kepada keduanya untuk membuat perjanjian personal. "Mereka bisa bergantian menjadi eksekutor bola mati. Kalau mereka tidak bisa, saya yang akan membuat aturannya," tegas Emery.

Tak jelas apakah perselisihan ini sudah mulai timbul sebelum laga PSG vs Lyon. Sebab tengah pekan lalu, keduanya tampak sangat harmonis saat PSG membenamkan Celtic 5-0 di Liga Champions.