Kamis , 20 April 2017, 22:44 WIB

[pratinjau] Iblis Merah Malam Ini Percaya Diri

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Andri Saubani
EPA/Julien Warnand
Para pemain Manchester United merayakan gol Henrikh Mkhitaryan (ketiga dari kiri) pada laga perempat final Liga Europa lawan Anderlecht, di stadion Constant Vanden Stock, Jumat (14/4) dini hari WIB. Laga berakhir imbang 1-1.
Para pemain Manchester United merayakan gol Henrikh Mkhitaryan (ketiga dari kiri) pada laga perempat final Liga Europa lawan Anderlecht, di stadion Constant Vanden Stock, Jumat (14/4) dini hari WIB. Laga berakhir imbang 1-1.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER—Kemenangan atas Chelsea pada ajang Liga Primer Inggris akhir pekan lalu membuat mental Manchester United (MU) menebal. Kemenangan ini amat berharga bagi MU yang sedang mengejar tiket Liga Champions.

Saat ini, MU duduk di peringkat kelima dengan 60 angka dari 31 laga. Mereka terpaut empat dari Manchester City di peringkat keempat yang punya empat angka lebih banyak. Tetapi, MU masih punya satu laga lebih banyak dibanding City.

Selain peringkat MU yang terus dekat dengan posisi empat besar klasemen sementara, kemenangan ini pun jadi modal bagi Iblis Merah mengarungi Liga Europa.  Saat ini, MU masih bertarung pada babak perempat final dengan menghadapi lawan asal Belgia, Anderlecht. Leg pertama telah dimainkan pekan lalu. Saat itu, MU ditahan imbang 1-1 oleh Anderlecht di stadion Constant Vanden Stock.

Mourinho sempat marah atas hasil tersebut. Dia geram terhadap kesalahan yang dilakukan barisan pertahanan MU karena kebobolan jelang empat menit laga berakhir. Padahal, MU sudah unggul 1-0 dengan terus mendominasi laga. Menurutnya, pertahanan timnya bermain buruk meski sudah dibantu oleh barisan serang yang mau disiplin turun ke belakang.

Tetapi kini, Mourinho layak untuk tenang menghadapi Anderlecht. Kemenangan 2-0 atas Chelsea menunjukkan pertahanan peraih 20 gelar Liga Inggris ini sangat kokoh. Dipimpin oleh Marcos Rojo, kuartet bek MU mampu meredam segala serangan sang pemuncak klasemen Liga Primer Inggris.

Hasilnya luar biasa. Tak ada satu pun tembakan yang bisa dilepaskan Chelsea ke gawang David De Gea pada laga di Old Trafford itu. Selain soal pertahanan, sektor serangan MU juga sudah pantas membuat Mourinho senang.

Penampilan Marcus Rashford pada laga melawan Chelsea memperlihatkan striker 19 tahun itu merupakan pelapis terbaik dari striker utama Zlatan Ibrahimovic. Satu gol disumbang oleh Rashford pada laga tersebut.

Kapten MU pada laga kontra Chelsea, Ashley Young pun yakin timnya bisa menghancurkan Anderlecht pada laga di Old Trafford, Jumat (21/4) dini hari WIB nanti. Young mengatakan, hasil seri di markas raksasa Belgia pekan lalu sebenarnya tak layak didapatkan MU. Hanya saja, saat itu ada masalah soal kepercayaan diri dalam benak rekan-rekannya.

"Tapi sekarang kami lebih percaya diri dibanding kapanpun sebelumnya. Mengalahkan Chelsea sangat berpengaruh kepada mental tim ini jelang leg kedua Liga Europa nanti," kata Young dikutip dari Manchester Evening News.

Pemain yang sudah di MU sejak tahun 2011 ini menegaskan, timnya punya hasrat besar untuk mencapai semifinal Liga Europa. Young mengungkapkan, seluruh pemain tak sabar untuk bisa masuk ke final dan mendapatkan trofi Liga Europa yang belum pernah MU raih sepanjang sejarah klub berdiri. "Kami punya kekuatan yang cukup untuk bisa meraih hasil positif di Liga Europa. Saya yakin kami bisa mengalahkan Anderlecht dengan komposisi skuat seperti ini," kata Young.

Pelatih Anderlecht Rene Weiler tak mau sesumbar soal kans timnya menghadapi MU di Old Trafford. Sosok yang baru musim 2016/2017 menangani Anderlecht ini mengatakan, segala hal bisa terjadi pada leg kedua.

Weiler enggan membusungkan dada mengingat MU akan bermain dengan banyak keunggulan pada laga nanti. Selain faktor kandang dan modal gol agregat tandang, Weiler juga paham MU sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi. "Saya pikir jadwal padat belakangan ini tak lantas membuat MU kelelahan. Sangat jelas, hasil pertandingan melawan Chelsea justru menghasilkan kepercayaan diri bagi mereka, bukan kelelahan," kata Weiler.

Pelatih 43 tahun ini pun berharap andai nanti harus terus bertahan, timnya bisa bermain dengan rapat tanpa celah. "Kecepatan lini depan MU tak bisa diremehkan, kami akan berusaha untuk mengantisipasi ini," kata Weiler.

Berita Terkait