REPUBLIKA.CO.ID, NYON -- Tim papan atas Eropa akan bertarung dengan para kuda hitam di babak perempat final Liga Champions musim ini untuk memperebutkan satu tempat di fase empat besar. Salah satu duel paling panas terjadi antara tim raksasa Jerman, Bayern Muenchen, melawan jawara Italia, Juventus.
Muenchen merupakan finalis kompetisi paling bergengsi Eropa musim lalu. Namun ambisi skuat Die Roten untuk merebut gelar juara pupus di tangan Chelsea dan itu terjadi saat laga final berlangsung di rumah sendiri, Allianz Arena. Tim besutan pelatih Jupp Heynckes bertekad untuk membayar kegagalan itu. Adangan besar sudah menanti skuat FC Hollywood karena harus berhadapan dengan Juve.
Hasil pengundian babak perempat final di markas UEFA, Nyon, Swiss, Jumat (15/3), menempatkan Muenchen sebagai tuan rumah pada leg pertama. Heynckes sudah memprediksi timnya akan menghadapi tantangan berat. Ia menilai Juve merupakan tim yang mempunyai kekuatan merata di semua lini.
"Mereka akan menjadi lawan tangguh," ujar juru taktik yang akan segera pensiun dari kursi kepelatihan Muenchen itu, selepas pengundian, seperti dilansir laman resmi UEFA.
Juve tentu saja merupakan nama yang tak asing di kompetisi Eropa. Tetapi melihat perjalanannya di Liga Champions belakangan ini, Juve bisa dianggap sebagai kuda hitam. Terakhir kali pasukan Si Nyonya Tua melangkah ke babak perempat final terjadi pada musim 2005/06.
Namun, kekuatan tim arahan pelatih Antonio Conte saat ini patut diwaspadai calon musuhnya nanti. Juve merupakan satu dari dua tim yang belum pernah terkalahkan untuk bisa meraih tempat di babak delapan besar musim ini. Skuat Bianconeri juga ikut menggagalkan langkah juara bertahan, Chelsea, di babak grup.
Secara statistik pertemuan di kompetisi Eropa, persaingan Juve melawan Muenchen cukup berimbang. Dalam enam laga, juara bertahan Seri A bisa meraih tiga kemenangan, sedangkan dua menjadi milik Muenchen. Bentrok kedua tim terakhir kali terjadi pada babak grup Liga Champions musim 2009/10. Kala itu, Juve bisa menahan Muenchen di Jerman, tetapi kalah telak 1-4 saat berlaga di Turin.
"Persaingan dalam pertandingan nanti akan tetap terbuka," kata Heynckes.
Direktur Juventus Pavel Nedved menyambut tantangan baru timnya dengan menghadapi Muenchen. Ia berpendapat skuat Die Roten mempunyai kemiripan dengan Juve saat ini. Karena itu, Nedved menilai laga nanti akan semakin menyulitkan. Tetapi ia optimistis melihat kekuatan Andrea Pirlo dkk. Apalagi Juve merupakan kontestan terakhir dari Italia yang bertahan di kompetisi ini.
"Kami akan menikmati pengalaman nanti dan akan terus berusaha menunjukkan semangat yang sama," ujar dia.
Hasil undian laga perempat final lainnya mempertemukan Barcelona dengan kekuatan baru, Paris Saint-Germain (PSG). Skuat La Blaugrana menjadi salah satu tim yang paling konsisten dalam enam musim terakhir dengan selalu menembus babak perempat final. Lionel Messi dkk masih menjadi favorit untuk bisa melangkah ke tangga juara musim ini. Hanya saja pengalaman melawan AC Milan di babak 16 besar harus menjadi pelajaran penting bagi raksasa Katalan jika tidak ingin tergelincir.
PSG boleh jadi merupakan tim underdog di babak perempat final nanti. Untuk pertama kalinya sejak 1995, skuat Les Parisiens akhirnya bisa kembali merasakan tempat di fase delapan besar Champions. Namun Barca tidak bisa meremehkan PSG yang saat ini ditangani pelatih kelas atas, Carlo Ancelotti. Tim penghuni Ligue 1 ini mampu merebut posisi puncak Grup A dan menyingkirkan wakil Spanyol, Valencia, di babak 16 besar.
"Saya yakin mereka akan memberikan perlawanan sengit hingga akhir," kata Direktur Olahraga Barca, Andoni Zubizaretta.
Dengan amunisi anyar seperti Zlatan Ibrahimovic, Ezequiel Lavezzi, Thiago Silva, dan Lucas Moura, PSG mempunyai potensi untuk memberikan kejutan. Skuat Les Parisiens juga mempunyai catatan manis ketika bertemu Barca di kompetisi kasta atas Benua Biru ini. Pada musim 1994/95, PSG mendepak Barca dengan aggregat kemenangan 3-2 untuk meraih tiket ke babak semifinal.
Salah satu kendala PSG nanti adalah absennya Ibrahimovic pada leg pertama. Striker asal Swedia itu harus menunda reuni dengan mantan klubnya karena masih menjalani hukuman larangan bertanding.
Barca terhindar dari bentrok klasik melawan rival abadinya, Real Madrid, di babak perempat final ini. Hasil undian menempatkan El Real untuk menghadapi kuda hitam asal Turki, Galatasaray. Tim pemegang sembilan gelar juara Champions itu tentu diunggulkan untuk bisa melewati rintangannya kali ini. Kompetisi Eropa merupakan jalan bagi skuat arahan pelatih Jose Mourinho untuk menembus hasil kurang memuaskan di pentas La Liga.
Cristiano Ronaldo dkk berambisi untuk mempersembahkan gelar kesepuluh bagi El Real di Liga Champions. Sementara Mourinho mempunyai kesempatan untuk menjadi pelatih pertama yang merebut trofi turnamen ini bersama tiga tim berbeda. Sebelumnya, arsitek asal Portugal itu bisa meraihnya bersama Porto dan Inter Milan. Penggawa Los Blancos akan menjadi ancaman nyata bagi Galatasaray.
"Ketika masuk babak perempat final, semua tim kuat. Tapi Madrid berada di atas semua tim," kata wakil Presiden Galatasaray, Ali Durust.
Misi berat bagi Galatasaray untuk bisa menjegal langkah El Real. Akan tetapi, Durust menilai, timnya akan melakukan segala cara untuk bisa meraih tiket ke babak semifinal. Tim besutan pelatih Fatih Terim mempunyai amunisi mumpuni untuk mencoba menggapai target itu. Selain memiliki pemain berpengalaman, seperti Didier Drogba dan Wesley Sneijder, Galatasaray juga mempunyai Burak Yilmaz. Striker berusia 27 tahun itu tengah bersinar dengan torehan delapan gol dan memimpin daftar pemain tersubur Liga Champion sejajar dengan kartu as El Real, Ronaldo.
Laga lainnya di babak delapan besar mempertemukan wakil Spanyol, Malaga, dengan juara Bundesliga musim lalu, Borussia Dortmund. Kedua tim ini menyandang status kuda hitam pada Liga Champions musim ini. Kedua tim meraih hasil mengesankan untuk bisa menempati satu tempat di fase perempat final.
"Dortmund dan Malaga merupakan dua tim yang telah memberikan kejutan dengan performanya," kata pelatih Dortmund, Juergen Klopp.
Dortmund menjelma menjadi kekuatan yang sangat diperhitungkan di kompetisi kali ini. Musim lalu, skuat Die Borussen tersingkir di babak grup. Tetapi Robert Lewandowski bisa langsung menembusnya dengan hasil mengesankan. Dortmund mampu merebut posisi puncak Grup D tanpa terkalahkan dengan mengungguli Real Madrid, Ajax Amsterdam, dan Manchester City. Dortmund masih belum terkalahkan untuk bisa meraih tiket ke babak perempat final.
Sebaliknya Malaga menorehkan pencapaian luar biasa pada musim debutnya di kompetisi teratas Benua Biru. Pelatih Manuel Pellegrini membawa timnya menjuarai Grup C dengan menyisihkan AC Milan di tempat kedua. Skuat Los Boquerones kemudian menyingkirkan juara Liga Champions 2003/04, Porto, untuk masuk dalam delapan tim terbaik yang tersisa di kompetisi ini. Bukan tak mungkin cerita dongeng Malaga akan terus berlanjut di babak perempat final nanti.
Laga nanti akan menjadi pertemuan pertama Malaga dan Dortmund di kompetisi Eropa. Meskipun statusnya tim debutan, Klopp menilai Isco dkk tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia melihat keberhasilan menyingkirkan Porto sudah menunjukkan kualitas skuat Malaga. Tapi ia siap membawa timnya untuk meladeni penghuni La Liga itu untuk memperebutkan tiket ke babak berikutnya.
"Satu yang pasti, akan ada tim kejutan di babak semifinal nanti," kata dia.
Hasil Undian Babak Perempat Final
Malaga (Spanyol) Vs Borussia Dortmund (Jerman) Real Madrid (Spanyol) Vs Galatasaray (Turki) Paris Saint-Germain (Prancis) Vs Barcelona (Spanyol) Bayern Muenchen (Jerman) Vs Juventus (Italia)
*Tim pertama disebut akan menjadi tuan rumah pada leg pertama.
*Laga leg pertama akan berlangsung 2/3 April dan leg kedua berlangsung pada 9/10 April