REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Real Madrid lolos ke perempat final Liga Champions usai memetik kemenangan 2-1 atas Manchester United dalam laga leg kedua 16 besar, Rabu (6/3) dini hari WIB. Kemenangan ini sekaligus menjadi kado spesial ulang tahun klub yang telah menginjak 111 tahun.
Hasil agregat 3-2, juga menegaskan keunggulan Jose Mourinho atas Alex Ferguson dalam pertemuan dua pelatih bertangan dingin tersebut. Meskipun demikian, Mou tak sepenuhnya bangga. Baginya, MU lebih layak menang dan lolos ke perempat final.
Semua pengakuan Mou berawal dari insiden kontroversial saat wasit asal Turki, Cuneyt Cakir, memberi kartu merah kepada pemain MU, Luis Nani yang terlihat mendaratkan kakinya di dada Alvaro Arbeloa pada menit ke-56.
Bagi Mou, sebelum insiden kartu merah itu, MU jauh lebih berkualitas dan mendominasi serangan. Bahkan, sebelum insiden itu pun MU terbukti lebih dulu unggul atas timnya lewat gol bunuh diri Sergio Ramos pada menit ke-48.
"Kami tidak bermain baik. Tim terbaik (MU) justru harus kalah," kata Mourinho kepada ITV selepas pertandingan.
Mou bukan satu-satunya orang dari kubu Madrid yang tak semringah menanggapi kemenangan timnya malam itu. Bomber El Real yang juga mantan striker MU, Cristiano Ronaldo, juga mengaku memiliki perasaan sedih lantaran menyingkirkan mantan timnya tersebut.
"Aku tidak bisa berkata-kata menggambarkan perasaanku," kata CR7 dilansir laman resmi MU, seusai pertandingan. Menurutnya, sambutan hangat publik Old Trafford atas dirinya, membuatnya sedih harus menyingkirkan MU.
Ronaldo sendiri menjadi penentu kemenangan Madrid lewat golnya pada menit ke-69. Sama seperti janji-janji yang sebelumnya diucapkan, striker asal Portugal itu pun tak melakukan selebrasi usai mencetak gol. Sementara itu gol penyeimbang Madrid sebelumnnya, dicetak Luka Modric pada menit ke-63.