Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Komite Disiplin DFB Tolak Banding Lewandowski

Rabu, 20 Februari 2013, 08:09 WIB
Komentar : 0
Reuters/Ina Fassbender
Striker Borussia Dortmund, Robert Lewandowski, merayakan golnya usai merobek gawang Bayer Leverkusen di laga Bundesliga Jerman di Leverkusen, Jeman, Ahad (3/2).

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Pencetak gol tersubur Borussia Dortmund, Robert Lewandowski, mendapati aksi bandingnya terhadap skorsing tiga pertandingan di Bundesliga Jerman ditolak oleh komite disiplin Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB).

Pemain 24 tahun itu mendapat kartu merah langsung pada sepuluh hari silam akibat pelanggaran berbahayanya terhadap gelandang Per Skjelbred saat Hamburg secara mengejutkan menang 4-1 atas tuan rumah Dortmund.

Lewandowski mendapat skorsing tiga pertandingan yang ditegakkan oleh DFB pada Selasa. Sejauh ini Lewandowski telah mencetak 14 gol dari 20 pertandingan liga musim ini.

Dia total mengoleksi 30 gol di semua kompetisi pada musim lalu. Lewandowski telah membantu Borussia memenangi gelar ganda, yakni Bundesliga Jerman dan Piala Jerman.

"Lewandowski mendapatkan hukumannya dan itu tidak dicabut, ia membahayakan baik dirinya sendiri maupun lawannya," kata ketua komite Hans E Lorenz.

Skjelbred mengatakan kepada komite bahwa ia merasa kartu kuning sudah cukup untuk pelanggaran tersebut. Ketua eksekutif Dortmund, Hans-Joachim Watzke, mengatakan dirinya kecewa dengan keputusan itu.

"Opini kami adalah temuan-temuan pada bukti hari ini akan menuju hasil yang berbeda,'' kata Watzke. ''Namun, hukuman itu telah diputuskan.''

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara/AFP
2.431 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda