Thursday, 26 Safar 1436 / 18 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ibrahim Afellay: Islam Nomor Satu

Thursday, 02 August 2012, 03:46 WIB
Komentar : 27
blogspot
Ibrahim Afellay dan ibundanya
Ibrahim Afellay dan ibundanya

REPUBLIKA.CO.ID,BARCELONA — Di luar lapangan hijau, gelandang timnas Belanda Ibrahim Afellay merupakan pesepakbola berbakat yang sangat taat kepada agama. Saat masih bermain di Eredivisie Belanda, setiap bulan suci Ramadan tiba, ia tetap berpuasa.

Ia tidak mau mengambil keringanan dengan mengganti puasa di lain hari dengan alasan bakal kepayahan secara fisik. Bagi Afellay, ritual agama tidak boleh dikompromikan dan tetap harus diutamakan di atas segalanya.

Tentang berpuasa saat kompetisi berjalan, Afellay bertutur, “Saya berpegang pada keyakinan yang saya anut secara taat. Tidak masalah betapa sulitnya ini,” ujarnya kepada PSV.netwerk.

Afellay berpendapat, agama tetap nomor satu, bahkan melebihi karier sepak bola. Dengan berpegang teguh pada agama, ia berharap bisa mendapatkan hasil terbaik dalam kariernya. “Itu memberikan saya sebuah perasaan positif,” ujar dia.

Afellay mendedikasikan segala prestasi yang diraihnya untuk ibunda yang sangat dicintainya. Tidak salah, kalau ia merasa bangga bisa berfoto bersama dengan sang ibu yang sejak kecil mendidiknya untuk menjadi pribadi yang tidak gampang menyerah.

“Saya dari keluarga miskin. Saya anak yatim. Tapi untunglah saya mempunyai ibu yang luar biasa. Dia yang menghidupi saya dengan bekerja keras dan mengasuh saya dengan penuh kasih saya,” terangnya.

Reporter : erik purnama
Redaktur : Taufik Rachman
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Tanggapan Din Syamsudin Terkait Kasus Sydney
JAKARTA -- Ketua Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menilai peristiwa penyanderaan di Sydney meningkatkan sinisme terhadap Islam. Peristiwa tersebut membuat dunia barat semakin...