Ahad, 08 Juli 2012, 18:09 WIB

Prancis Larang Pesepakbola Muslimah Berjilbab

Rep: Agung Sasongko/ Red: Hafidz Muftisany
www.albawaba.com
Pesepakbola Berjilbab
Pesepakbola Berjilbab

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS—Federasi Sepakbola Prancis (FFF) menolak ikuti aturan FIFA dibolehkannya pesepakbola muslimah mengenakan jilbab. Langkah itu ditempuh Prancis atas dasar resiko dari kemungkinan cedera yang diakibatkan jilbab dan seragam yang dikenakan.

“Kami tidak akan mengizinkan pesepakbola muslimah mengenakan jilbab,” demikian pernyataan FFF seperti dikutip Telegraph.co.uk, Ahad (8/7). FFF mengatakan pihaknya perlu menghormati  prinsip-prinsip sekularisme yang berlaku.

Pernyataan itu segera mendapat sambutan positif dari kelompok feminis. “Jangan biarkan keputusan itu membuka kotak pandora,” papar Ketua Gerakan Uni Konservatif (UMP) Gerald Darmanin. Menurutnya,  keputusan IFAB dan FIFA akan memecahbelah masyarakat. “Agama harus dipisahkan dari olahraga,” katanya.

Aktivis Feminis, Asma Guenifi mengatakan keputusan FIFA merupakan langkah mundur bila mencabut larangan itu. “Hari ini mungkin sepakbola, kelak renang,” ketusnya.

Sebelumnya, FIFA memutuskan melaranga pesepakbola muslimah mengenakan jilbab saat bertanding sejak tahun 2007. Namun, putusan itu dipertimbangkan ulang. Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) sendiri memberikan sinyal positif untuk mencabut larangan itu.

Akan tetapi, IFAB meminta nasihat komite medis terkait masalah itu. Komite medis diputusan awal mengatakan tidak merekomendasikan penggunaan seragam dan jilbab khusus bagi pesepakbola muslimah. Belakangan, putusan itu berubah