Jumat, 30 Zulhijjah 1435 / 24 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Prancis Larang Pesepakbola Muslimah Berjilbab

Minggu, 08 Juli 2012, 18:09 WIB
Komentar : 0
www.albawaba.com
Pesepakbola Berjilbab
Pesepakbola Berjilbab

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS—Federasi Sepakbola Prancis (FFF) menolak ikuti aturan FIFA dibolehkannya pesepakbola muslimah mengenakan jilbab. Langkah itu ditempuh Prancis atas dasar resiko dari kemungkinan cedera yang diakibatkan jilbab dan seragam yang dikenakan.

“Kami tidak akan mengizinkan pesepakbola muslimah mengenakan jilbab,” demikian pernyataan FFF seperti dikutip Telegraph.co.uk, Ahad (8/7). FFF mengatakan pihaknya perlu menghormati  prinsip-prinsip sekularisme yang berlaku.

Pernyataan itu segera mendapat sambutan positif dari kelompok feminis. “Jangan biarkan keputusan itu membuka kotak pandora,” papar Ketua Gerakan Uni Konservatif (UMP) Gerald Darmanin. Menurutnya,  keputusan IFAB dan FIFA akan memecahbelah masyarakat. “Agama harus dipisahkan dari olahraga,” katanya.

Aktivis Feminis, Asma Guenifi mengatakan keputusan FIFA merupakan langkah mundur bila mencabut larangan itu. “Hari ini mungkin sepakbola, kelak renang,” ketusnya.

Sebelumnya, FIFA memutuskan melaranga pesepakbola muslimah mengenakan jilbab saat bertanding sejak tahun 2007. Namun, putusan itu dipertimbangkan ulang. Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) sendiri memberikan sinyal positif untuk mencabut larangan itu.

Akan tetapi, IFAB meminta nasihat komite medis terkait masalah itu. Komite medis diputusan awal mengatakan tidak merekomendasikan penggunaan seragam dan jilbab khusus bagi pesepakbola muslimah. Belakangan, putusan itu berubah

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Hafidz Muftisany
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pengamat AS: Jokowi Perlu Bentuk Pemerintahan yang Profesional
Hiruk pikuk transisi demokrasi telah usai, kini pasangan Jokowi-JK resmi menjadi pemimpin negara dan mengemban amanah rakyat. Namun menurut sejumlah pengamat, Presiden Jokowi...