Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Perkembangan Sepakbola (VII) Tiki-taka di Liverpool

Rabu, 20 Juni 2012, 07:50 WIB
Komentar : 0
Logo klub Liverpool
Logo klub Liverpool

REPUBLIKA.CO.ID,Rodgers relatif sukses memainkan tiki-taka di Swansea. Pertanyaannya, apakah dia juga akan memainkan mazhab serupa di Liverpool. Sesuatu yang sulit dijawab. Liverpool tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk memainkan tiki taka, meski ada beberapa pemain yang dianggap bisa beradaptasi dengan cepat. Steven Gerrard salah satunya. Lainnya adalah penjaga gawang Pepe Reina, yang pernah berguru di La Masia, Barcelona, dan Jose Enrique.

Di Swansea, Rodgers datang ke tika tiki-taka relatif telah dimainkan dua pendahulunya; Paulo Sousa dan Roberto Martinez. Artinya, tiki-taka telah menjadi tradisi di Liberty Stadium. Di Anfield, Rodgers harus membangun tiki-taka dari nol, dengan lebih dulu mengubah filosofi pemain seniornya – terutama mereka yang telah menjadi bagian sejarah klub.

Rodgers pasti tahu dari mana dia akan memulai tugas ini, tapi tetap saja segalanya tidak akan mudah. Ketika perubahan tidak mengha silkan apa pun dalam jangka pendek, fans akan berreaksi keras, dan manajemen tertekan untuk mengambil keputusan pemecatan.

Tugas paling berat akan diem ban asisten pelatih dan analis Chris Davies. Keduanya dituntut membangun sekolah baru, yang mengajarkan generasi pemain masa depan Liverpool soal tiki-taka, dan menganalisis perkembangannya.

Segalanya memang serba sulit, tapi Liverpool harus berubah. Rodgers menawarkan tiki-taka bercitarasa Inggris kepada The Reds.

Reporter : teguh setiawan
Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar