Jumat, 7 Muharram 1436 / 31 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Perkembangan Sepakbola (VII) Tiki-taka di Liverpool

Rabu, 20 Juni 2012, 07:50 WIB
Komentar : 0
Logo klub Liverpool
Logo klub Liverpool

REPUBLIKA.CO.ID,Rodgers relatif sukses memainkan tiki-taka di Swansea. Pertanyaannya, apakah dia juga akan memainkan mazhab serupa di Liverpool. Sesuatu yang sulit dijawab. Liverpool tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk memainkan tiki taka, meski ada beberapa pemain yang dianggap bisa beradaptasi dengan cepat. Steven Gerrard salah satunya. Lainnya adalah penjaga gawang Pepe Reina, yang pernah berguru di La Masia, Barcelona, dan Jose Enrique.

Di Swansea, Rodgers datang ke tika tiki-taka relatif telah dimainkan dua pendahulunya; Paulo Sousa dan Roberto Martinez. Artinya, tiki-taka telah menjadi tradisi di Liberty Stadium. Di Anfield, Rodgers harus membangun tiki-taka dari nol, dengan lebih dulu mengubah filosofi pemain seniornya – terutama mereka yang telah menjadi bagian sejarah klub.

Rodgers pasti tahu dari mana dia akan memulai tugas ini, tapi tetap saja segalanya tidak akan mudah. Ketika perubahan tidak mengha silkan apa pun dalam jangka pendek, fans akan berreaksi keras, dan manajemen tertekan untuk mengambil keputusan pemecatan.

Tugas paling berat akan diem ban asisten pelatih dan analis Chris Davies. Keduanya dituntut membangun sekolah baru, yang mengajarkan generasi pemain masa depan Liverpool soal tiki-taka, dan menganalisis perkembangannya.

Segalanya memang serba sulit, tapi Liverpool harus berubah. Rodgers menawarkan tiki-taka bercitarasa Inggris kepada The Reds.

Reporter : teguh setiawan
Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Satu Satu Aku Sayang Ibu,' Siswa SD di Amerika Bernyanyi dan Bermain Angklung
WASHINGTON DC -- Sekitar 200 siswa SD dari tiga negara bagian di Amerika mempergelarkan musik angklung di Washington DC. Mereka tampil dalam rangkaian...