Thursday, 29 Zulhijjah 1435 / 23 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Schweinsteiger Menyesal Tolak Jabat Tangan dengan Presiden Jerman

Monday, 21 May 2012, 20:02 WIB
Komentar : 1
AP Photo/Matthias Schrader
Reaksi Bastian Schweinsteiger saat gagal mencetak gol penalti untuk Bayern Muenchen, Minggu (20/5) dinihari WIB.
Reaksi Bastian Schweinsteiger saat gagal mencetak gol penalti untuk Bayern Muenchen, Minggu (20/5) dinihari WIB.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Gelandang Bayern Muenchen, Bastian Schweinsteiger, pada Senin meminta maaf karena tidak menjabat tangan Presiden Jerman, Joachim Gauck, setelah klubnya kalah dari Chelsea pada final Liga Champions di Muenchen akhir pekan lalu.

Sebuah foto yang memperlihatkan Schweinteiger, yang menggenggam medali perak di tangannya, berjalan melewati uluran tangan Gaucks bahkan tanpa melihat sang presiden, tampil di sebagian besar surat kabar Jerman pada Senin.

Schweinsteiger gagal memasukkan bola melalui eksekusi penalti pada tendangan yang menentukan, sehingga Chelsea menang 4-3 setelah pertandingan berakhir imbang 1-1 setelah babak tambahan waktu.

"Tentu saja itu bukan suatu perkara, itu kesalahpahaman," kata Schweinsteiger dalam pernyataan yang dirilis klub Bavaria itu.

"Jika anda meletakkan dirimu sendiri, bahkan sedikit saja, pada situasiku, dan jika anda melihat foto itu, anda dapat secara jelas melihat bahwa saya sedang berada di duniaku sendiri setelah mengalami kekecewaan itu."

"Saya terkejut, kecewa, merasa lumpuh. Saya hanya tidak melihat tangan sang presiden. Saya menyesal (karena) saya memberi impresi lain saat itu. Saya ingin meminta maaf kepada presiden atas hal itu," katanya.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...