Rabu, 22 Zulqaidah 1435 / 17 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sebelum Mati, Glenn Hoddle Ingin Kembali Latih Inggris

Senin, 26 Maret 2012, 21:35 WIB
Komentar : 0
Glenn Hoddle
Glenn Hoddle

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Federasi Sepak Bola Inggris (FA) masih membuka lowongan pelatih Timnas Inggris pascapengunduran diri Fabio Capello beberapa waktu lalu. Dan lowongan itu menggugah Glenn Hoddle untuk mengambilalih kursi pelatih the Three Lions yang ditinggalkan Don Fabio.

Hoddle sebenarnya bukan orang baru dalam kancah kepelatihan Timnas Inggris. Pria 54 tahun itu pernah menukangi Inggris selama tiga tahun pada medio 1996 sampai 1999. Saat itu ia sukses mengantarkan Inggris lolos ke putaran final Piala Dunia 1998 di Perancis. Namun, Inggris harus angkat koper lebih cepat setelah kalah dari Argentina lewat drama adu penalti di babak perdelapan final. Meski gagal berbuat banyak di Perancis, FA masih mempertahankannya. Tapi akhirnya ia didepak karena rentetan hasil mengecewakan di kualifikasi Piala Eropa 2000.

Pascapemecatan dirinya, mantan playmaker Chelsea itu mengaku kehidupannya terasa 'hambar'. Dan kini, ia tertarik untuk mencoba peruntungan menukangi Inggris pada perhelatan Piala 2012. Peluang menukangi Wayne Rooney dkk pun masih terbuka, apalagi para pemain Timnas Inggris dan para hooligan Inggris meminta the Three Lions ditukangi pelatih berkebangsaan Inggris.

Meski peluang masih terbuka, sayangnya Hoddle memiliki rekam jejak kurang baik. Ia sempat mendapat cemoohan dan kritikan tajam karena melemparkan komentar kontroversial terkait orang dengan kebutuhan khusus.

Ia sempat menukangi tiga klub Inggris, Southampton (2000–2001), Tottenham Hotspur (2001–2003) dan Wolverhampton Wanderers (2004–2006). Tapi setelah itu ia menganggur.

"Jika saya mati besok, hidup saya tidak akan lengkap," kata Hoddle yang kini jobless seperti dikutip BBC Sports, Senin (26/3).

Saat ditanya, apakah ia yakin dirinya bakal diberi kesempatan membesut Timnas Inggris lagi? "Kemungkinan tidak," ujarnya pesimis.

Nyali dan ambisi Hoddle untuk meraih tongkat estafet kepelatihan seakan menguap setelah mendengar banyak pelatih besar yang digadang-gandangkan bakal mendapatkan kursi tersebut. Sebut saja Stuart Pearce, Harry Redknapp, Roy Hodgson. Tiga pelatih tersebut masuk dalam daftar bursa calon pelatih Inggris.

"Mereka juga memiliki pengalaman dan mampu membawa Inggris tampil cemerlang di Eropa," kata pria kelahiran London, 27 October 1957 silam itu.

Sejauh ini, mantan punggawa Timnas Inggris era 1979–1988 itu menfavoritkan Redknapp untuk mengarsiteki Inggris. Namun, bukan tidak mungkin bila Hodgson dan Pearce bakal mendapatkan kursi tersebut.

Reporter : Muhammad Ghufron
Redaktur : Karta Raharja Ucu
"Orang munafik adalah orang yang banyak mencela, dan merasa dirinya lebih baik dibandingkan saudaranya"((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Atasi Masalah Grafiti, ini Cara Kreatif Washington DC
WASHINGTON --  Kota besar seperti ibukota Amerika Serikat, Washington DC, juga menghadapi masalah graffiti karena semakin banyaknya dinding gedung dan tempat umum yang...