REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Tragedi kemanusiaan terjadi di Kota Paris, Prancis, 12 tahun lalu atau tepatnya 13 Maret 2001. Negara tuan rumah Piala Dunia 1998 itu tentu tak bakal melupakan salah satu momen terburuk di dunia sepak bola yang terjadi di Stadion Parc des Princes pada gelaran babak penyisihan Grup B Liga Champions musim 2000/2001.
Sebanyak 56 orang terluka dalam kerusuhan yang meletus antara pendukung Paris Saint Germain dengan Galatasaray yang sedang melakoni laga hidup mati untuk menentukan lolos tidaknya ke babak selanjutnya.
Kerusuhan meletus usai PSG meraih kemenangan 2-0 atas tim tamu Galatasaray. Tim tamu Galatasaray tak puas dengan hasil tersebut kemudian mulai merusak kursi dan mengejek tim tuan rumah.
Tak terima dengan kejadian itu, massa tuan rumah pun membalas hingga akhirnya kerusuhan di stadion itu pun tak dapat dihindarkan.
Buntut dari kejadian itu, UEFA akhirnya menjatuhkan sanksi kepada kedua klub. PSG didenda sebanyak 410 ribu poundsterling dan Galatasaray didenda sebanyak 82 ribu poundsterling. Tak hanya itu, UEFA juga menjatuhkan sanksi larangan bermain di Stadion Parc de Princes kepada PSG untuk tiga pertandingan berikutnya.
UEFA pun menjatuhkan sanksi kepada hooligan baik PSG maupun Galatasaray yang terbukti terlibat dalam aksi kerusuhan. Mereka dijatuhi hukuman 6-10 bulan serta dijatuhi larangan berkunjung ke Stadion Parc des Princes hingga radius 500 meter selama tiga tahun.