REPUBLIKA.CO.ID,TABANAN -- Demonstrasi mewarnai jalannya Kongres PSSI di Bali. Sekitar 500 massa berkumpul di depan hotel Sari Pan Pacific, tempat berlangsungnya kongres yang hanya akan berlangsung selama sehari tersebut.
Mayoritas massa berasal dari klub-klub Jawa Timur yang tidak diperbolehkan menghadiri kongres, yakni Deltras Sidoarjo, Persema Malang, Persebaya 1927, Persibo Bojonegoro, Surabaya Muda, Persikapro Probolinggo, dan PSID Jombang. Mereka menuntut agar Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, mundur karena telah membawa sepakbola ke ranah politik.
"Kami menuntut agar Nurdin turun dari jabatan ketua umum PSSI karena ia telah secara terang-terangan membawa sepakbola ke politik," ujar orator demonstrasi tersebut, Hengki Bambang Widodo.
Hengki, yang mengaku sebagai mantan manajer Persikapro, mengatakan dirinya adalah salah satu korban Nurdin yang pernah menjanjikan klubnya promosi ke divisi utama pada musim 2008/2009 lalu. Saat itu klubnya menyetor Rp 50 juta dari dana APBD namun justru pada akhirnya digugurkan.
"Nurdin adalah teroris sepakbola. Jika Bali telah berhasil menghukum teroris pelaku bom, maka saya meminta sekali lagi agar provinsi ini menghukum teroris sepakbola Indonesia," ujar Hengki.
Demonstrasi kemarin juga dihadiri oleh Ketua Umum Persebaya 1927,, Saleh Mukadar, manajer Persema, Asmuri, dan Ketua Umum PSID Jombang, Marsaid. Hingga saat ini, demonstrasi masih berjalan.
Adapun kongres saat ini sedang memasuki masa jeda makan siang. Kongres yang dibuka sekitar pukul 10.30 WITA tersebut berlangsung tertutup. Para wartawan hanya diperbolehkan mengambil gambar selama 10 menit di awal kongres. Sekitar pukul 16.00 WITA nanti rencananya akan dilakukan konferensi pers.