Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Nurdin: PSSI tak Bisa Lepas dari APBD

Jumat, 21 Januari 2011, 21:19 WIB
Komentar : 0
Nurdin Halid

REPUBLIKA.CO.ID,DENPASAR  - Sepanjang masih dipimpin Nurdin Halid tampaknya PSSI tak akan bisa terlepas dari sokongan dana APBD. Nurdin sendiri yang menegaskan bahwa APBD merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada dunia persepakbolaan nasional.

"Kita tidak boleh melupakan sejarah. Sepakbola lahir dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Jika PSSI memperoleh dana dari APBD, maka sepakbola menjadi pantas mendapatkan tempat di hati rakyat," ujar Nurdin dalam pidatonya saat membuka Kongres PSSI pada Jumat (21/1) malam.

Ia menyatakan bahwa dukungan APBD menandakan bahwa PSSI, dalam sejarahnya, dilahirkan sebagai alat perjuangan rakyat. Oleh karena itu, kata dia, klub-klub sepakbola yang berada di bawah PSSI tidak akan lepas dari dukungan pemerintah.

"Sebagai dampaknya (dari sokongan APBD), PSSI harus menganut asas akuntabilitas dan transparansi. Maka dari itu, kami memakai tiga pilihan konsep, yakni partnership, ownership, dan sponsorship. Ketiganya akan berjalan beriringan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurdin juga memaparkan dalam dua bulan ke depan sebanyak 99 persen saham PSSI akan diserahkan kepada klub-klub anggota Liga Super Indonesia (ISL). Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, menyatakan akan menyerahkan mekanisme pembagian saham tersebut kepada Badan Liga Indonesia (BLI).

"Nanti akan ada aturannya. Kita akan serahkan mekanismenya kepada BLI," ujar Nugraha yang ditemui seusai acara pembukaan tersebut.

Reporter : Fernan Rahadi
Redaktur : Didi Purwadi
2.544 reads
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  robesdin,sm Senin, 23 Mei 2011, 08:49
PAK NH,tdk perlu lg komen ttg PSSI,jika PSSI sejarah dari rakyat...kenapa KN dipilih FIFA,mestinya KN bubar dan diganti orang KEMENPORA namanya PN(panitia kongres) ,karena itulah wadah rakyat..\
  edu Senin, 24 Januari 2011, 10:01
saya setuju dgn omongan nurdin kali ini mslh kmptsi tetep menggunakan APBD,karna apa,,,,,klub milik daerah setempat ya kudhu di danai pem setempat,walopun tdk 100%.secara emosional masyarakat akan seperti memiliki.laen kl dana dr LPI,kita smakin ndak ada rasa memiliki klub kita karna kita tdk ikut membiayai.
  hendra Minggu, 23 Januari 2011, 10:10
Gileee...nich orang .... paraaaahhhhh
  PECINTA BOLA SEJATI Minggu, 23 Januari 2011, 09:55
LPI aja bisa jalan tanpa APBD dan dah sepatutnya klub-klub sepakbola di tanah air berjalan tanpa APBD, buat apa ada sponsor klub dan Liga klo masih "ngerengek" ama pemerintah? ;)
  Abdul muin Sabtu, 22 Januari 2011, 15:28
APBD/APBN diminta, tapi pemerintah tak boleh interfensi. Dasar kau mau enaknya sendiri. TUTUN KAU KEPALA BATU!!!
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda