Saturday, 28 Safar 1436 / 20 December 2014
find us on : 
  Login |  Register
Timnas U23

Ruben Wuarbanaran, Pemain Naturalisasi Keempat di Seleksi Timnas U23

Wednesday, 12 January 2011, 05:00 WIB
Komentar : 0
sonnapriliano
Ruben Wuarbanaran
Ruben Wuarbanaran

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sebanyak 29 pemain mengikuti gelombang kedua seleksi timnas U23 Indonesia pra-Olimpiade 2012 di Lapangan PSSI, Jakarta, Selasa (11/1). Dari 29 pemain yang menjalani seleksi, ada satu pemain asing yang ikut seleksi yaitu Ruben Wuarbanaran.

Ruben merupakan pemain naturalisasi keempat yang menjalani seleksi timnas U23. Pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, sebelumnya telah mencoret tiga pemain naturalisasi yang ikut seleksi gelombang pertama. Mereka adalah Andrea Bitar, Arthur Irawan dan James Zaidan Saragih.

Lalu, bagaimana dengan Ruben. Mantan pelatih timnas Laos dan Palestina ini tidak bersedia memberikan komentar secara individual. "Sepak bola adalah permainan tim. Yang jelas pemain ini semuanya bagus-bagus," kata Riedl seusai menggelar seleksi timnas U23 gelombang kedua.

Ruben merupakan pemain keturunan Indonesia-Belanda. Ayah Ruben bernama Nikodemus Wuarbanaran yang berasal dari Maluku. Sementara ibu Ruben, Greetje, adalah asli Belanda. Pemain berusia 20 tahun ini memperkuat De Bosch di divisi dua Belanda.

 

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : antara
Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. ((HR Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...