Thursday, 29 Zulhijjah 1435 / 23 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ini Penjelasan Ilmiah Mati Suri

Tuesday, 13 August 2013, 10:41 WIB
Komentar : 2
IST
Mati Suri (Ilustrasi).
Mati Suri (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MICHIGAN -- Biasanya, mati suri disebut sebagai pengalaman mendekati kematian. Ilmuwan mencoba menjelaskan pengalaman tersebut dengan melihat gelombang otak.

Mereka menemukan adanya lonjakan aktivitas listrik di otak ketika korban mati suri. Lonjakan aktivitas otak inilah yang kemungkinan bertanggungjawab terhadap pengalaman mati suri.

Studi yang dilakukan pada tikus sekarat menemukan gelombang otak tingkat tinggi. Para peneliti di AS mengatakan pengalaman itu pada manusia dapat membangkitkan kesadaran tingkat tinggi.

"Banyak orang berpikir bahwa otak setelah kematian klinis tidak aktif atau hypoaktif... tapi ini lebih aktif selama proses kematian dibandingkan saat terjaga," ujar kepala penelitian, Jimo Borjigin dikutip BBC, Selasa (13/8).

Pengalaman mendekati kematian sering dilaporkan sebagai sensasi lampu putih terang keluar dari tubuh serta perasaan kehidupan ada di depan mata. Untuk mengetahui tentang pengalaman itu, para ilmuwan di Universitas Michigan memantau sembilan tikus yang sedang sekarat.

Borijin mengatakan gelombang listrik tingkat yang lebih tinggi dari aktivitas otak dan kesadaran dapat menimbulkan penglihatan menjelang kematian. "Fakta bahwa mereka melihat cahaya mungkin mengindikasikan penglihatan korteks pada otak sedang aktif tingkat tinggi....karena kami melihat peningkatan gamma di area otak di kanan atas dari penglihatan korteks," ungkap Borjigin.

Reporter : Nur Aini
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kemarau Panjang Akibatkan Turunnya Pasokan Air Jakarta, Ini Solusinya
JAKARTA -- Musim kemarau panjang di indonesia memiliki dampak terhadap penurunan debit air baku. Kepala Divisi Komunikasi dan Pertanggung Jawaban Sosial PT PAM...

Berita Lainnya

Musik Dapat Membantu Menyembuhkan Anak Cacat