Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Gara-Gara Sumpit Hutan Cina Terancam Gundul

Kamis, 14 Maret 2013, 17:40 WIB
Komentar : 0
IST
Sumpit

REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI -- Tak afdol rasanya jika warga Cina makan tidak menggunakan sumpit. Sebab sejarah mencatat masyarakat Negeri Tirai Bambu itu menggunakan dua bilah bambu sebagai alat makan sedaj tiga ribu tahun lalu.

Sayangnya, tidak diketahui latar belakang penggunaan alat makan yang menggantikan fungsi senduk tersebut. Namun, budaya kuno itu terancam hilang lantaran penggunaan sumpit mengancam kelestarian hutan.

Bagaimana tidak, bahan utama sumpit adalah bambu atau kayu yang setiap tahun berkurang. Kepala Observatori dan Pemantau Industri Perhutanan Jilin di Cina, Bo Guangxin mengatakan, di negaranya sekira 80 miliar batang sumpit berasal dari hutan di Cina setiap tahunnya. Guangxin mengatakan dibutuhkan sekira 20 juta pohon kayu atau bambu untuk memenuhi permintaan tersebut.

"Kebiasaan ini (menggunakan sumpit) harus diubah," kata dia, seperti dilansir Metro, Rabu (13/3).

Guangxin menawarkan penggunaan sendok atau garpu logam untuk mengganti alat makan itu. Perdebatan penggunaan sendok dan garpu sebagai ganti sumpit ternyata sampai ke tingkat global.

Organisasi Pecinta Lingkungan Greenpeace contohnya, mengkampanyekan penggunaan sumpit yang berasal dari kayu atau bambu. Pemerintah Cina menyadari pentingnya kampanye mengurangi penggunaan sumpit.

Sejak 2006 pemerintahan di Beijing mengenakan pajak lima persen pada setiap pemakaian sumpit baru. Namun kebijakan ini tidak mengurangi penggunaan sumpit.

Guangxin mengatakan akan mengajukan rumusan peraturan baru kepada Parlemen Cina (NPC) agar regulasi penggunaan sumpit diperhatikan.

Reporter : Bambang Noroyono
Redaktur : Karta Raharja Ucu
1.120 reads
Jauhkanlah diri kamu daripada sangka (jahat) karena sangka (jahat) itu sedusta-dusta omongan, (hati)(HR Muttafaq Alaih )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...