REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA - Seorang dokter di Brasil, Thaune Nunes Ferreira (29 tahun), ditangkap karena menggunakan jari palsu yang digunakannya untuk membantu enam rekan kerjanya memanipulasi absensi sidik jari di rumah sakit tempatnya bekerja.
Seperti dikutip dari BBC, Polisi berhasil menangkap Thaune setelah penyelidikan selama dua pekan. Rekaman video memperlihatkan Ferreira sedang menggunakan jari palsu pada mesin absen jari.
Ketika ditangkap, ia sedang membawa enam jari palsu. Tiga dari enam jari berhasil diidentifikasi milik rekan kerja Thaune.
Kuasa hukum Thaune mengatakan kliennya terpaksa menipu lantaran bakal dipecat. Karena itu Kejaksaan menginvestigasi kasus ini sejak Senin (11/3) kemarin.
Wali Kota Ferraz de Vasconcelos, Acir Fillo, meminta lima pekerja medis tidak terlibat dalam investigasi. Sementara Kementerian Kesehatan Brazil berencana menginvestigasi rumah sakit tersebut.
Berdasarkan investigasi polisi, 300 pekerja publik di Kota Ferraz de Vasconcelos menerima gaji buta. Mayoritas penerima gaji buta tersebut berasal dari pekerja kesehatan, pendidikan dan keamanan.