Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Terancam Masuk Bui, Gara-gara Tertawa Keras

Kamis, 07 Maret 2013, 19:34 WIB
Komentar : 0
Ikon Tertawa (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Gara-gara tertawa sangat keras, seorang pria dari Long Island, New York, menghadapi ancaman hukuman bui 30 hari dan denda 500 dolar AS setelah seorang tetangganya mengeluh kepada polisi lelaki itu tertawa terlalu keras, kata pengacara pria itu, Rabu (6/3).

Polisi menuntut Robert Schiavelli (41), dengan mengeluarkan dua tiket karena mengganggu kedamaian sebab ia tertawa sampai suaranya keluar jendela rumahnya di Rockville Centre, Long Island, sekitar pukul 18.00 waktu setempat pada 12 Februari dan 13 Februari, kata pengacaranya.

Schiavelli mengatakan tetangganya biasa mengolok-olok cacat tubuhnya, dan reaksi terbaik bagi ejekan tersebut ialah tertawa.

"Ia cuma mengolok-olok saya sepanjang waktu dan satu-satunya yang bisa saya lakukan ialah tertawa," kata Schiavelli dalam satu wawancara telepon sebagaimana dilaporkan Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam.

Pengacaranya, Andrew Campanelli, mengatakan kliennya telah sering mengalami kejang akibat gangguan syaraf tapi tertawarnya keras atau berisik. "Ia seperti beruang mainan besar, suara tawanya rendah," kata Campanelli.

Schiavelli tinggal bersama ibunya, Suzanne Schiavelli --yang mengatakan dalam satu wawancara pada Rabu bahwa suara tawa Schiavelli "cukup keras".

"Saya kira itu menular. Itu lucu," kata Suzanne Schiavelli. "Ketika suami saya meninggal, kami berkata kepada diri kami, 'Kami akan memastikan untuk tertawa setiap hari dan mengusahakan yang terbaik buat hidup kami."

Daniel O'Hanion, tetangga yang mengajukan keluhan, tak bisa dimintai komentar pada Rabu.
O'Hanio dan Schiavelli tinggal di rumah pribadi yang bersebelahan dan hanya terpisah 20 kaki oleh jalur mobil.

Departemen Polisi Centre Rockville mengatakan mereka mengeluarkan surat panggilan setelah menerima keluhan mengenai pola suara berisik yang berlangsung.

"Dalam dua kesempatan, polisi benar-benar mengamati orang ini yang menciptakan gangguan yang tertuju kepada tetangga dan melanggar hukum setempat," kata polisi dalam satu pernyataan.

Ibu Schiavelli mengatakan O'Hanio sering menyebut putranya "terbelakang", mengejek cara bicaranya dan mengolok-olok cara berjalannya. Hubungan mereka memburuk ketika mereka memanggil tukang bangunan untuk memperbaiki rumah mereka sementara O'Hanio keberatan, kata Suzanne Schiavelli.

Campanelli mengatakan seorang hakim menolak mosi untuk membatalkan kasus tersebut dalam satu proses pemeriksaan di pengadilan desa pada Selasa.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
2.026 reads
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Wow, Remaja Yaman Berhasil Foto Pesawat UFO