Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pria Terancam Penjara karena Tertawa Terlalu Keras di Rumahnya

Kamis, 07 Maret 2013, 08:31 WIB
Komentar : 0
Ikon Tertawa (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK--Tidak terima mendengar tawa tetangganya yang tertawa terlalu keras, seorang pria di  Long Islan New York melapor ke polisi.

Kini tetangga pria itu, Robert Schiavelli, menghadapi ancaman penjara 30 hari dan denda sejumlah 500 dolar.

Pengacara Schiavelli Rabu (6/3) menuturkan tetangganya mengajukan keluhan kepada polisi karena kliennya tertawa terlalu keras, padahal di rumahnya sendiri

Polisi mengeluarkan dua surat kepada Schiavelli, 41 tahun dengan tuduhan mengganggu kenyamanan karena tertawa di dekat jendela rumahnya terlalu keras di Rockville Centre, Long Island, sekitar pukul 6 sore pada 12 dan 13 Februari.

Mr Schiavelli, menurut penuturan pengacaranya, menyatakan si tetangga berulang kali menghina kliennya yang cacat sehingga cara terbaik untuk menanggapi ejekan itu adalah dengan menertawainya.

"Ia selalu menghina saya setiap saat dan satu hal yang saya bisa lakukan adalah tertawa," ujar Schiavelli dalam wawancara di telepon.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Reuters
1.217 reads
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...