Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tikus Got Dijadikan Menu Makan Malam, Mau?

Senin, 06 Agustus 2012, 23:59 WIB
Komentar : 4
Tikus (ilustrasi)
Tikus (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Orang Amerika Serikat memiliki cara gila untuk memusnahkan hama tikus got yang melanda Kota New York. Yakni mereka menangkap dan memasak tikus menjadi santapan makan malam.

Gilanya, sekelompok penikmat makanan di kotanya Spiderman bergelayutan tersebut, rela merogoh kocek hingga 100 dollar demi menyantap aneka makanan berbahan dasar daging tikus yang disajikan seniman Laura Ginn.

"Ini cara makan ramah lingkungan dan bentuk kemandirian dalam menyediakan pangan," kata Ginn.

Pada akhir pekan di Brooklyn, Ginn menggelar pesta makan dengan menu tak biasa, yakni daging tikus. Bukannya jijik mendengar menu yang disajikan adalah daging binatang yang biasa bersarang di got tersebut, pesta itu justru dihadiri puluhan orang. Setidaknya 20 orang patungan untuk menyiapkan menu masakan daging binatang pengerat tersebut.

Dalam peta tersebut, Ginn menantang para pengunjung menyisihkan gagasan konvensional mereka tentang makanan dengan menyajikan makanan dari bahan yang saat itu mudah didapat. Dan tikus yang sedang menjadi hama di New York menjadi jawabannya.

"Saya ingin memberi orang sebuah pengalaman menarik dengan menabrak batas-batas dan memperluas ide mereka tentang alternatif sumber daya yang banyak tersedia," terang dia.

Dalam pesta tersebut, juru masak Yuri Hart menyulap daging tikus diolah menjadi makanan berkelas, seperti mencampurkannya dengan keju kambing crostini atau dibuat steak dengan padanan salad jagung manis. Daging tikus pun disulap menjadi santapan ala restoran kelas atas.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : The New York Observer
Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. ((HR Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  yandri Rabu, 8 Agustus 2012, 22:30
dasar primitif...saya mau muntaahhh
  anank Selasa, 7 Agustus 2012, 18:51
huueeekx....hueeekx
  endah Selasa, 7 Agustus 2012, 01:20
astagfirullah!!!! mulai aneh aja manusia

  VIDEO TERBARU
MUI Harapkan PPP Islah
JAKARTA -- Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) alami perselisihan. Akan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta PPP untuk segera melakukan Islah. "Pada forum...