Jumat, 13 Juli 2012, 18:13 WIB

Turki Ciptakan Sajadah Bisa Menyala dalam Gelap

Rep: Agung Sasongko/ Red: Karta Raharja Ucu
El Sajjadah, sajadah yang memiliki fungsi ganda, sebagai penerangan dan penunjuk arah kiblat.
El Sajjadah, sajadah yang memiliki fungsi ganda, sebagai penerangan dan penunjuk arah kiblat.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Ada dua persoalan ketika muslim hendak melaksanakan shalat saat berpergian jarak jauh, yakni arah kiblat dan penerangan. Muslim Turki punya solusi mengatasi kedua masalah itu.

Adalah desainer Soner Oznec, yang sukses menyulap sajadah biasa menjadi tampak istimewa. Sajadah hasil inovasinya itu disebut  'El Sajjadah'. "EL adalah singkatan dari electro luminescent. Sementara sajadah adalah karpet berukuran kecil yang biasa digunakan muslim untuk melaksanakan shalat," papar dia seperti dikutip thehuffingtonpost.com, Jum'at (13/7).

Oznec menjelaskan, kelebihan sajadah ini antara lain karpetnya dapat menyala dalam ruangan gelap. Kelebihan lain, sajadah ini dilengkapi kompas yang mempermudah muslim menemukan arah kiblat.

"Kalau merasa terganggu dengan cahaya yang dihasilkan, pengguna dapat mematikan fungsinya," kata dia.

Yang menarik, cahaya yang berasal dari neoprene ini tidak hanya sekedar terang. Karena cahaya itu membentuk pola mengikuti desain motif dari sajadah. "Misalnya saja, kalau desainya masjid biru, maka cahaya itu akan mengikuti desain masjid biru mulai dari kubah hingga menara," kata Oznec.

Namun, sajadah ini belum diproduksi secara massal. Sebab, Oznec butuh dana 100 ribu dolar AS agar temuannya ini dapat dijual di pasaran. Ia hanya sanggup mengeluarkan dana 30 ribu dolar AS. Pasalnya, ia menawarkan kepada para donatur untuk berinvestasi melalui laman kickstarter.com. "Saat ini sudah terkumpul 7 ribu dolar AS," ungkap Oznec.

Sebenarnya ada dua protipe yang diciptakan Oznec. Satu protipe sudah dibeli Museum Modern Art, New York.