Thursday, 26 Safar 1436 / 18 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Polisi Berbadan Gendut Bakal Dipecat

Monday, 02 July 2012, 20:43 WIB
Komentar : 1
Polisi Pakistan
Polisi Pakistan

REPUBLIKA.CO.ID -- ISLAMABAD -- Tak hanya dianggap korup dan tidak efektif, berat badan polisi di Pakistan kini juga menjadi bahan pergunjingan. Pasalnya, berat badan polisi di Pakistan dianggap tidak ideal bagi seorang petugas keamanan.

Kepolisian Punjab, Pakistan, mengeluarkan aturan baru terkait dengan berat badan personelnya. Para polisi hanya diberikan dua pilihan, diet untuk menurunkan berat badan, atau mengajukan pensiun dini.

Kebijakan itu dilakukan lantara hanya seperempat dari 19 ribu petugas di Provinsi Punjab yang lulus tes kebugaran. Tiga perempat sisanya tak lolos tes karena obesitas.

The News melaporkan, polisi gendut dianggap kurang pas untuk menjaga provinsi paling padat penduduknya di Pakistan tersebut. Kebijakan itu bukan gertak sambal belaka. Para personel polisi maksimal hanya boleh punya lingkar pinggang 38 inci pada akhir bulan ini. Mereka yang gagal melakukan diet, bakal diberhentikan dari tugas lapangan.

Montoknya badan para polisi di Pakistan telah menjadi sasaran empuk para pewarta. Para polisi berbadan tambun itu tersorot dan terekam kamera televisi sedang tertidur di kursi, berbicara di telepon, dan berdiri dengan perut membuncit.

Inspektur Jenderal Polisi Punjab, Habib ur-Rehman, bahkan menyatakan, akan membuat kantornya hanya diisi perwira yang fit dan cocok untuk melawan kejahatan. Tak pelak kebijakan itu membuat para perwira keberatan dengan tes kebugaran itu. Pasalnya, beberapa atasan mereka terbebas dari kewajiban yang sama, padahal mereka lebih tambun dari polisi yang ikut tes.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Reuters
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pemerintah Diimbau Hati-Hati Tentukan Kebijakan yang Menyentuh Agama
JAKARTA -- Semenjak Joko Widodo resmi menjadi presiden, ada wacana beberapa kebijakan yang berkaitan dengan agama. Diantaranya wacana kebijakan penghapusan kolom agama di...