Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pangeran Charles Sempat Belajar Bahasa Arab, Tapi...

Jumat, 15 Maret 2013, 12:31 WIB
Komentar : 0
Pangeran Charles

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Dalam kunjungannya ke Doha, Qatar, Pangeran Charles dari Kerajaan Inggris sempat 'curhat' kepada koleganya, Menteri Energi Qatar, Dr Mohammed bin Saleh Al-Sada.

Ia mengaku kesulitan dalam mempelajari bahasa Arab. Padahal ia telah mempelajarinya selama enam bulan lebih dengan harapan dapat mampu berkomunikasi dengan ulama atau cendikiawan Muslim, termasuk membaca Alquran. Nyatanya, tidak mudah bagi pangeran untuk mempelajarinya. Ia pun akhirnya menyerah.

"Saya mencoba untuk mempelajarinya, tapi saya menyerah. Karena hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri," kata Charles sembari tersenyum seperti dikutip The Express, Jumat (15/3).

Mengetahui hal itu, Al-Sada meminta Prince of Wales untuk sedikit mengucapkan kalimat dalam bahasa Arab. "Tidak ada kata terlambat untuk belajar," kata dia.

Di luar bahasa Inggris, Pangeran Charles sebenarnya juga menguasai sejumlah bahasa lainnya seperti Prancis, Jerman, dan Wales. Hanya bahasa Arab belum berhasil ia kuasai.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Dewi Mardiani
3.580 reads
Siapa yang mengambil hak orang lain walau sejengkal tanah akan dikalungkan hingga tujuh petala bumi(HR Bukhori-Muslim)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...