Senin, 1 Syawwal 1435 / 28 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Takjil Favorit The Changcuters

Senin, 06 Agustus 2012, 23:50 WIB
Komentar : 1
REPUBLIKA/Panca
Grup band Changcuters
Grup band Changcuters

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Personel The Changcuters masing-masing mempunyai menu takjil favorit yang biasa mereka makan saat berbuka puasa. 

Sang bassis Changcuters, Dipa, misalnya, mengaku gemar berbuka dengan serabi.

Berbeda dengan Dipa, Qibil sang gitaris menyebut cendol sebagai takjil kesukaannya.  Bagi Tria, vokalis The Changcuters, jajanan pasar paling enak sebagai takjil. Namun, menu favoritnya adalah sari kelapa yang dicampur dengan buah leci.

"Kalau suatu saat ke daerah yang susah nggak ada jajanan pasar, sari kelapa bisa dibeli di Toserba," kata Tria disela acara "BERBAUR", buka puasa bersama penggemar mereka di Jakarta Selatan, Senin (6/8).

Sementara itu, Alda mengatakan dirinya menyukai kolak ubi. "Baru sekali sih (makan kolak ubi) selama Ramadhan," tukas gitaris The Changcuters itu yang disambut gelak tawa teman-temannya. "Susah nyarinya itu, kebanyakan pisang, ubi itu jarang.." dia memberi alasan.

Selain berkumpul untuk berbuka puasa dengan para Changcut Rangers, sebutan penggemar The Changcuters, mereka juga mengadakan shalat Magrib dan Isya berjamaah bersama puluhan penggemar yang datang dari berbagai kota.

Tidak hanya itu, band yang terdiri dari lima personil itu juga membawakan lagu religi khas The Changcuters berjudul "Hap Tangkap". 

Tria dan rekan-rekannya berpendapat lirik lagu religi tidak melulu harus berisi pesan agama yang tersurat. Bagi mereka, pesan kebaikan yang tersirat sudah bisa membuat sebuah lagu disebut sebagai lagu religi, termasuk "Hap Tangkap". 

Lagu yang dikemas dengan gaya rock and roll khas The Changcuters itu diharapkan bisa mewarnai deretan lagu religi yang menjamur di bulan Ramadhan ini.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Hati orang yang sudah tua dapat menjadi lupa akan usianya bila ia terlalu mencintai hidup dan harta bendanya(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jadi Khatib Shalat Ied, Teuku Wisnu: Awalnya Saya Mau Mundur
 JAKARTA -- Teuku Wisnu bertindak menjadi Khatib pada Salat Ied di Masjid Lautze, Senin (28/7). Ini merupakan kali pertama Ia melakukannya. Wisnu sendiri sempat...