Wednesday, 7 Zulhijjah 1435 / 01 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Jadi Komedian, Titi Kamal Perbanyak Perbendaharaan Kata 'Lucu'

Thursday, 12 July 2012, 16:39 WIB
Komentar : 1
Antara
Artis sekaligus penyanyi Titi Kamal disela syuting film berjudul
Artis sekaligus penyanyi Titi Kamal disela syuting film berjudul

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris yang juga seorang penyanyi, Titi Kamal mengaku tidak terbiasa melucu. Untuk itu, Titi yang di bulan Ramadhan nanti terlibat dalam sebuah program komedi jelang berbuka ini melakukan persiapan khusus.

Salah satu persiapan yang dilakukannya adalah dengan memperkaya perbendaharaan kata yang dianggapnya "kocak" (lucu).

"Persiapannya adalah lebih memperbanyak lagi perbendaharaan kata yang kocak-kocak mungkin," ungkap Titi Kamal yang ditemui di Gedung Trans TV, Kamis (12/7) siang.

Ambil bagian dalam program komedi, bagi Titi, adalah untuk pertama kalinya. Sebelumnya, istri dari Christian Sugiono ini lebih banyak bermain sinetron religi.

"Sehari sebelumnya kita akan melakukan pendekatan diri dengan pemain-pemain lainnya," kata Titi yang menyebut komedian seperti Ruben Onsu, Tike Priatna, Okky Lukman, Soimah, Yadi Sembako, Ohang dan Budi Anduk sebagai rekannya di program yang diberi nama "Ngabuburit" itu.

Di program itu, Titi akan berperan sebagai penjaga butik yang selalu jadi buah bibir ibu-ibu sosialita. "Aku jadi penjaga butik, karena bulan puasa yang pasti pakaiannya lebih sopan, tapi tidak memakai jilbab," katanya.

Sejauh ini, aku Titi, ia masih belum mau menerima tawaran program acara sahur. Menurutnya program acara sahur jauh lebih berat.

"Sahur agak berat karena harus stand by dari jam setengah tiga pagi," demikian Titi.

Redaktur : Hazliansyah
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Hasyim Muzadi: Pilkada oleh DPRD Bisa Timbulkan Polusi Pemikiran
 JAKARTA -- Mantan Ketua Umum NU, Hasyim Muzadi menilai disahkannya pemilihan kepala daerah oleh DPRD disinyalir mampu menurunkan kredibilitas kepala daerah. Selain itu diberikannya...