Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Iis Dahlia: Buah Lokal Lebih Segar

Senin, 12 September 2011, 20:50 WIB
Komentar : 0
kapanlagi
Iis Dahlia

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Bagi penyanyi dangdut Iis Dahlia buah lokal ternyata lebih terasa kesegarannya dibandingkan dengan buah impor. Pelantun tembang "Bunga Seroja" yang lahir di Bongas, Indramayu, Jawa Barat, 29 Mei 1972, itu menilai buah-buahan asal dalam negeri lebih "fresh" karena tidak memerlukan waktu yang panjang untuk sampai ke konsumen. "Berbeda dengan buah impor yang harus lewat proses panjang sehingga tidak lagi segar ketika sampai di sini," kata pemilik nama asli Iis Lailiyah itu.

Karena kebiasaan Iis mengonsumsi buah-buahan tersebut dan kecintaannya pada buah lokal, dia mendapat kepercayaan untuk mendampingi Menteri Pertanian Suswono melepas ekspor perdana mangga gedong gincu oleh CV Sumber Buah Cirebon ke Singapura, Hongkong, dan Dubai pada Sabtu pekan lalu.

Pada kesempatan tersebut Iis yang sempat mencicipi mangga gedong gincu mengungkapkan, buah andalan Indramayu tersebut selain nikmat juga memiliki citarasa yang khas. "Mangga ini memiliki rasa manis sekaligus ada asam-asamnya, berbeda dengan mangga yang lain," kata pelantun lagu "Rindu" itu.

Sebagai pendangdut kelahiran Indramayu yang juga dikenal sebagai sentra produksi mangga, Iis Dahlia mengaku setiap hari mengonsumsi buah-buahan termasuk mangga. Oleh karena itu, ibu dari Salsabila Juwita itu mengajak masyarakat untuk lebih mencintai buah-buahan lokal dibandingkan komoditas impor. "Buah-buahan lokal banyak, puluhan (jenisnya). Tak usah berpaling ke buah impor," kata bintang sinetron PadaMu Kubersimpuh yang memiliki lesung pipit itu.

Redaktur : Krisman Purwoko
Sumber : antara
1.059 reads
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.(QS Al-Baqarah: 42)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  cius Senin, 12 September 2011, 21:32
bangga buah indo di export...
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...