Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Denny Malik Bosan Santap Pempek

Jumat, 05 November 2010, 14:02 WIB
Komentar : 0
Denny Malik

REPUBLIKA.CO.ID, Kesibukan melaju Palembang-Jakarta dalam setahun terakhir telah memberikan kejenuhan tersendiri pada Denny Malik. Pelantun tembang 'Jalan Jalan Sore' ini mengaku sempat jenuh dengan makanan khas Bumi Sriwijaya bernama pempek.

Lho mengapa bisa demikian, Den? ''Hahaha...iya neh, gara-gara pulang pergi Jakarta-Palembang ngurusin persiapan SEA Games, saya jadi bosan makan pempek,'' cetus penyanyi yang kini masih konsisten menjadi koregrafer ini.

Denny oleh pemerintah Provinsi Sumatra Selatan telah diberikan tanggungjawab untuk menggarap pementasan kolosal menyambut pesta pembukaan dan penutupan dari SEA Games 2011 yang akan dilakukan di Palembang.

Proyek yang diberi tajuk 'The Glory of Sriwijaya' ini, kata Denny, bukanlah proyek besar pertamanya sebagai seorang koreografer. Ia mengaku sebelumnya sudah pernah menggarap pesta PON, Asian Games, hingga beberapa event besar. ''Jadi secara jam terbang, saya sebenarnya sudah cukup lumayanlah,'' katanya.

Sementara sebagai permulaan dari proyek yang hendak diwujudkan pada tahun depan itu, Denny mengaku akan menggelar acara gala dinner 'The Glory of Sriwijaya' di Grand Sahid Jakarta, Jumat (5/11). ''Acara ini menjadi pemanasan sebelum pesta opening dan closing dari SEA Games tahun depan,'' jelasnya.

Reporter : M Akbar
Redaktur : Endro Yuwanto
1.036 reads
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu(QS.Al-Baqarah:45)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda