Jumat, 27 Safar 1436 / 19 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Istimewanya Candi Muara Jambi

Selasa, 09 Oktober 2012, 10:11 WIB
Komentar : -1
Antara
Candi Muara Jambi
Candi Muara Jambi

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI-- Candi Muara yang terletak di Kabupaten Muara, Jambi diusulkan oleh pemerintah untuk menjadi salah satu warisan budaya dunia oleh Unesco bersama Toraja.

Candi ini memiliki luas kawasan sekitar 12 kilometer persegi. Candi peninggalan kerajaan Melayu, pertengahan abad 13 ini, menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Jambi.

Kompleks percandian Muara Jambi adalah situs purbakala yang diklaim terluas di Indonesia. Kawasannya membentang dari Barat ke Timur 7,5 kilometer di tepian Sungai Batang Hari.

Menurut Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, Wiendu Nurhayati Keistimewaan candi Muara Jambi karena kompleks percandiannya hampir berupa struktur satu kota. Jika dilihat, peninggalan candi Muara Jambi tidak bisa lepas dari lingkungannya. ''Jadi ditampilkan kembali sebagai satu jaringan kota lama,'' ujar Wiendu.

Secara rinci, kompleks candi ini di sebelah barat Sungai Batang Hari dan di sisi Timur sungai masuk wilayah administrasi Desa Muaro Jambi dan Desa Danau Lamo. Sedangkan di bagian barat sungai berada di Desa Kemingking Dalam, Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi.
 
Pada kompleks percandian Muara Jambi terdapat museum situs yang digunakan sebagai tempat menyimpan berbagai temuan purbakala atau situs.

Terdapat pula arca Prajnaparamita, yakni arca dalam wujud dewi. Di kawasan tersebut ada juga candi batu kembar serta kolam telago rajo. Kolam tersebut berukuran 100 x 120 meter yang selalu tergenang air dengan kedalaman tiga meter

Reporter : Andi Nur Aminah
Redaktur : Hafidz Muftisany
Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia...celaka dia. ((HR. Abu Dawud dan Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...