Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Dubes Australia Nyaman Pakai Batik

Selasa, 02 Oktober 2012, 13:41 WIB
Komentar : 0
Republika/M Hafil
(Dari Kiri-Kanan) Kepala ASUSAID Indonesia Jacqui De Lacy, Dubes Australia Greg Moriarty, Rektor UGM Pratikno, dan Deputi Bidang Ekonomi Perencanaan Pembangunan Nasional Prasetijono Widjodjo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai hari batik nasional. Untuk menghormati langkah pemerintah Indonesia dalam melestarikan warisan budaya bangsa tersebut, Selasa (2/10), Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty mengenakan kemeja batik pada salah satu acara resmi yang ia ikuti.

Greg mengenakan pakaian khas Indonesia itu  pada acara konferensi 'Menyusuri Jejak Baru Indonesia : Revitalisasi Pengetahuan untuk Pengentasan Kemiskinan' di Hotel Arya Duta, Jakarta. Ia mengenakan baju itu untuk membuka acara tersebut dan acara konferensi persnya.

Ia mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna coklat yang memiliki garis berwarna emas. Ia menyatakan nyaman mengenakan kemeja batik tersebut.

"Ya saya sangat nyaman mengenakan ini (batik)," kata Greg sambil tersenyum kepada Republika usai konferensi persnya. Menurut Greg, secara jujur ia mendukung upaya pelestarian batik. Karena, batik adalah bentuk keanekaragaman budaya Indonesia yang harus dilestarikan.

Menurutnya, kemeja batik yang ia kenakan itu dirancang khusus oleh perancang busana terkenal Oscar Lawalata. Namun, saat ditanya ukuran kemeja batik yang ia kenakan, ia mengaku tidak tahu."Ini dirancang oleh Oscar Lawalata .

Tapi ukurannya saya gak tahu," katanya.Pada acara itu, juga dihadiri oleh Deputi Bidang Ekonomi Perencanaan Pembangunan Nasional Prasetijono Widjodjo, Rektor Universitas Gadjah Mada Praktikno, dan  Kepala Ausaid Indonesia , Jacqui De Lacy. Mereka juga mengenakan batik dengan motif yang berbeda-beda.

Reporter : Muhammad Hafil
Redaktur : Hafidz Muftisany
835 reads
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?((QS Ar Rahman))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda