Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Jurus Inovasi Kain Lurik Ala Jussy Rizal

Selasa, 02 Oktober 2012, 13:28 WIB
Komentar : 0
Antara
Penenun Kain Lurik

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kain Lurik seolah tenggelam dengan mendunianya batik. Sama-sama kebudayaan kain asal Indonesia, lurik dianggap bahan untuk pakaian kelas dua.

Pengelola Perusahaan Tenun Lurik Kurnia  Jussy Rizal punya trik tersendiri untuk mempertahankan kain lurik. Jussy ternyata menyimpan jurus rahasia dari almarhum kakeknya, yakni melakukan inovasi.

Jadi selain masih memproduksi tenun lurik klasik yang biasa dikenakan untuk pakaian adat seperti yang dikenakan oleh para abdi dalem dan prajurit keraton, juga memproduksi lurik yang sesuai dengan tren.

''Saya selalu melihat tren motif maupun warna yang sedang tren setiap tahun. Sehingga warna-warna yang diproduksi oleh Tenun Lurik Kurnia biasanya mendapat masukan dari para desainer dan kami selalu browsing di internet,''ungkap dia.

Bahkan di Showroom Kurnia di samping menjual kain tenun lurik  dan pakaian lurik, juga menjual berbagai kerajinan yang terbuat dari tenun seperti : tas, dompet, bros, taplak, dan sebagainya.  Dengan membuat beraneka produk dari tenun, Jussy berharap kaum muda juga mencintai tenun lurik. Karena tenun lurik bisa fleksibel dibuat apa saja.

Dia mengakui tenaga  di perusahannya sudah tua-tua.  Bahkan penenun lurik di Kurnia yang berusia di atas 60 tahun lebih dari 50 persen.  ''Sebetulnya menenun itu kalau dipelajari mudah, cuma butuh ketelitian''ungkap dia.

Jussy mengatakan di perusahaan tenun lurik sering dikunjungi oleh para siswa SMA dan mahasiswa. ''Mereka melihat dari mulai proses produksi hingga produk yang jadi di showroom,'' tutur cucu pendiri tenun lurik Kurnia ini.

Reporter : Neni Ridarineni
Redaktur : Hafidz Muftisany
701 reads
Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata: Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda