Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Gelar Budaya Yogyakarta Lestarikan Seni Istana Sentris

Senin, 16 Juli 2012, 23:21 WIB
Komentar : 0
traveljournal.net
Keraton Yogyakarta
Keraton Yogyakarta

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Gelar Budaya Yogyakarta 2012 merupakan upaya untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya istana sentris Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, dan Pura Pakualaman.

"Gelar Budaya Yogyakarta yang menampilkan seni dari keraton dan Pakualaman itu diharapkan dapat memberi inspirasi bagi seniman," kata Ketua Panitia Gelar Budaya Yogyakarta 2012 Sumaryono di Yogyakarta, Senin (16/7).

Menurut dia pada pembukaan Gelar Budaya Yogyakarta 2012 di Pendapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Bugisan, inspirasi itu diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas seniman untuk berkarya.

Selain itu, kata dia, kegiatan yang dibuka untuk umum secara gratis tersebut dapat memberikan kesempatan masyarakat melihat seni istana sentris.

Ia mengatakan pembukaan Gelar Budaya Yogyakarta 2012 itu diawali dengan Gending Soran Pura Pakualaman dan Uyon-uyon Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

"Setelah penampilan seni tradisional itu dilanjutkan pentas tari pembuka Sekar Pudyastuti, peragaan busana adat tradisi Pura Pakualaman `Mitoni`, dan tarian lepas Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Beksan Gatotkaca-Seteja," katanya.

Menurut dia Gelar Budaya Yogyakarta 2012 yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan (Disbud) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu akan berlangsung hingga 18 Juli 2012.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu, kata dia, juga menampilkan seni istana sentris seperti peragaan busana adat keraton, fragmen Ramayana Tamansoka, Tari Srimpi Dhempel, dan wayang orang Kridha Mardawa keraton dengan lakon Harjuna Wiwaha.

"Selain menampilkan seni istana sentris, Gelar Budaya Yogyakarta 2012 juga dimeriahkan pentas seni rakyat, di antaranya Reog Dhodhog, Bangilun, Kobrasiswa, Tayub, Trengganon, dan Reog Suromenggolo," kata Sumaryono.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...