Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

'Pengamen' Angklung Pukau Warga Kota Zytglogge Bern

Minggu, 17 Juni 2012, 21:03 WIB
Komentar : 0
Antara Foto
Angklung

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Musik angklung yang dimainkan kelompok Angklung Melati Bern diperdengarkan kepada masyarakat yang berada di jalanan kota Zytglogge, Bern, Swiss.

"Adalah impian dari Lia Fossati pimpinan grup angklung Melati Bern untuk 'mengamenkan' angklung di jalan-jalan utama kota Bern Switzerland," kata Pensosbud KBRI Bern Mohammad Budiman Wiriakusumah kepada ANTARA London, Ahad (17/6).

Sebanyak 20 pemain angklung yang berasal dari latar belakang dan kewarganegaraan yang berbeda tersebut memainkan empat buah lagu di sekitar Gereja Munster dan Zytglogge.

Lagu lain yang dimainkan adalah berasal dari tanah batak Alu Siau, dan lagu berbahasa Perancis dan Jerman dimana salah satunya mengiringi nyanyian dibawakan Irina Grischkova.

Melati Bern yang beranggotakan Jens, Annie, Mahir Pradana, Irina Grischkova, Chloe, Sri Wahyuni, Ochid Nahdi, Arpan Ramadhani, Pesche, Mo, Melissa Moningka, Novembrina, Maria Nikijuluw, Abraham Wirutomo, David Schneiter, Lia dan Luigi Fossati berlatih angklung setiap hari Rabu malam.

Permainan angklung berhasil menarik penonton bukan saja menikmati permainan yang dibawakan namun juga mencermati serta mengagumi kreativitas seni bangsa Indonesia angklung alat musik sederhana namun mampu menghasilkan nada-nada khas yang indah.

Para pengamen jalanan harus memiliki izin resmi dari instansi yang berwenang dan mendaftar jauh-jauh hari dari kepolisian yang nantinya akan memberikan otorisasi waktu dan tempat yang diizinkan untuk pertunjukan jalanan ini.

Selain kelompok angklung Melati Bern, di Swiss juga terdapat kelompok angklung Padasuka di kota Zurich dibawah pimpinan Andreas Diriwachter.

Padasuka, yang anggotanya sebagian besar warga senior menguasai hampir semua lagu Indonesia, mulai lagu daerah hingga lagu-lagu patriotic melakukan latihan setiap Kamis malam. Padasuka angklung dimainkan bersama dengan Alphorn alat musik tradisional Swiss.

Baik Lia Fossati maupun Andreas Diriwachter sepakat bahwa semua orang dapat memainkan angklung namun tidak semua dapat memaknainya, karena pemain angklung wajib merasakan nyawa dari setiap lagu yang dibawakan.

Redaktur : Djibril Muhammad
1.533 reads
Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...