Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Selang 200 Tahun, Karya-karya Raden Saleh akan Dipamerkan

Sabtu, 26 Mei 2012, 11:40 WIB
Komentar : 0
Wikipiedia
Penangkapan Diponegoro, salah satu lukisan Raden Saleh yang menjadi masterpiece

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Selama hidupnya hingga kini, dalam rentang 200 tahun, baru kali ini  karya-karya lukisan Raden Saleh dipamerkan. Dalam pameran tersebut, Pencinta seni Tanah Air akan disuguhkan sekitar 40 karya-karya Raden Saleh.

Raden Saleh merupakan salah seorang maestro lukis terkenal dari Indonesia. Namanya tak hanya menyentak dunia lukis Tanah Air, namun juga merambah daratan Eropa.

Salah satu karyanya yang paling termasyur adalah, lukisan penangkapan Pangeran Diponegoro oleh tentara Belanda pada 28 Maret 1830. Raden Saleh kemudian membuat lukisan tersebut pada tahun 1857, untuk dihadiahkan pada Raja Belanda William III. Lukisan tersebut dinilai sebagai masterpiece dari karya-karya Raden Saleh.

Pameran istimewa itu adalah hasil kerjasama Goethe Institut dengan Galeri Nasional Indonesia dan Kedutaan Besar Jerman." Raden Saleh dan Awal Seni Lukis Modern Indonesia", akan digelar  pada 3-17 Juni di Galeri Nasional.

Sebagai pelukis Indonesia pertama yang mengenyam pendidikan di Eropa, Raden Saleh membawa pemahaman baru mengenai seni visual ke tanah airnya. Namun, karya-karyanya tetap berakar kuat di dalam kebudayaan Jawa. Pa

Pmeran ini hendak memperlihatkan bahwa Raden Saleh memulai suatu bentuk baru yang lahir baik dari tradisi Eropa maupun dari tradisi Jawa.

Ada lebih dari 40 lukisan cat minyak dan banyak sketsa karya Raden Saleh yang akan ditampilkan. Perhelatan itu juga akan mengintegrasi reproduksi karya-karyanya, terutama lukisan dari koleksi di Eropa. Sebab lukisan tersebut umumnya yang tidak dapat dibawa ke Indonesia.

Reporter : Gita Amanda
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
1.721 reads
Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda