Sabtu, 29 Ramadhan 1435 / 26 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Topeng Gajah Mada Diyakini Mampu Pecahkan Masalah

Selasa, 26 Juli 2011, 09:19 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,GIANYAR - Spirit topeng sakral Gajah Mada yang dikeramatkan di Puri Ageng Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali diyakini masyarakat setempat secara kasat mata (niskala) mampu memecahkan persoalan yang muncul.

"Banyak masyarakat dari Bali dan luar Bali bahkan mancanegara memohon berkah keajaiban topeng Gajah mada itu," kata Penglingsir (tokoh) Puri Ageng Blahbatuh, Anak Agung Kakarsana, Selasa (26/7).

Topeng itu, kata Kakarsana, sempat digunakan oleh leluhurnya I Gusti Ngurah Djelantik (alm) berperang pada zaman kerajaan Blambangan. Sesuai dengan namanya Gajah Mada, topeng itu merupakan simbol pemersatu Nusantara.

Topeng yang sempat diboyong oleh Presiden Soeharto saat berkuasa pada era orde baru ke istana Jakarta itu hingga saat ini keberadaannya di Bali sangat disakralkan. "Sesajen, rangkaian janur dan bunga tetap kami persembahkan di hadapan topeng Gajah Mada itu sebagai ungkapan terima kasih," tutur Anak Agung Kakarsana.

Demikian juga bagi masyarakat yang memohon berkah, jelas Kakarsana, mereka tidak boleh sembarangan. "Sebelum memohon, mereka mesti membawa 'banten pejati' atau sarana upacara bagi Umat Hindu," ujarnya. Setelah selesai diupacarai oleh Pemangku atau pemimpin upacara umat Hindu, barulah para pemedek atau pemohon menghaturkan persembahyangan.

"Banyak yang saya tahu masalah yang dihadapi itu bisa diselesaikan," tutur Anak Agung Kakarsana.

Kesakralan lainnya, kata Anak Agung Kakarsana, sewaktu-waktu topeng yang merupakan warisan Maha Patih sakti Gajah Mada itu "tedun" atau dimohon untuk ditarikan dalam sebuah pura pada saat kegiatan berlangsung di tempat suci itu. "Topeng itu ditarikan sebagai simbolis kalau upacara itu telah selesai dilakukan," kata Anak Agung Kakarsana.

Selain topeng Gajah Mada, pihak Puri juga "menyungsung" atau memuja 20 jenis topeng lainnya. "Topeng itu sama-sama ditempatkan di gedong Raja Dani, dan dikeluarkan bila ada upacara keagamaan, " jelas Anak Agung Kakarsana.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS Al-Baqarah: 39)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Silaturahim
JAKARTA -- Tanpa terasa bulan suci Ramadhan akan segera berakhir. Pada saat itulah, sudah menjadi tradisi umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan silaturahim....