Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Diluncurkan, Buku Haji Ramah Lingkungan

Selasa, 19 Juni 2012, 13:30 WIB
Komentar : 0
Prasetyo Utomo/Antara
Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.
Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA --  Upaya mitigasi atau pengurangan atas dampak perubahan iklim harus melibatkan semua sektor sebagai suatu gerakan yang kompak, agar hasil yang dicapai untuk mengubah perilaku manusia terhadap konsumsi sumber daya alam dan implementasi gaya hidup lebih “hijau” dapat terwujud.

Untuk itulah, kalangan umat beragama dapat berkontribusi untuk menyumbangkan langkah nyata, diantaranya adalah pembuatan Buku Petunjuk “Haji Ramah Lingkungan”.

Buku Panduan Haji Ramah Lingkungan, pada tanggal 2 November 2011 lalu telah ada dalam versi bahasa Inggris berjudul “The Green Guide for Hajj and Islam and Water” yang diluncurkan oleh Global One 2015 dan Eco Muslim pada Sacred Land Launch and Celebration of the Green Pilgrimage Network di Assisi, Italia, dan pada kesempatan kali ini, untuk pertama kalinya buku yang ditulis oleh Dr. Husna Ahmad, OBE tersebut diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nasional bekerjasama dengan Alliance of Religion and Conservation (ARC), United Kingdom. Kehadiran buku ini pun mendapat sambutan dan dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Dalam sambutan awal buku itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr KH Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa Islam sangat menganjurkan perawatan lingkungan, karena bumi ini merupakan anugerah  Allah swt dan manusia sebagai Khalifah diminta untuk menjaga dan memeliharanya sebagai amanah, dan kita diminta untuk melakukan hal yang lebih baik, tidak berlebihan (melampau batas).

“Buku Haji Ramah Lingkungan ini merupakan panduan singkat tentang ajaran Islam mengenai konservasi lingkungan bagi setiap orang yang berniat menunaikan ibadah Haji dan Umrah. Panduan ini juga memuat rekomendasi bagi Pemerintah dan Lembaga terkait untuk mewujudkan Haji dan Umrah yang lebih “Hijau” atau lebih “Ramah Lingkungan”,” papar salah satu penulis dan editor Buku The Green Guide for Hajj Edisi Bahasa Indonesia yang juga merupakan salah satu dosen Fakultas Biologi UNAS, Dr. Fachruddin Mangunjaya, pada rapat persiapan Peluncuran Buku dan Seminar Nasional Haji Ramah Lingkungan di Ruang LPPM Unas, Blok III Lantai 3, Kamis (7/6).

Pada kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nasional, Prof Dr Ernawati Sinaga, mengungkapkan peluncuran buku tersebut merupakan hal positif yang dapat dijadikan sebagai langkah awal institusi Perguruan Tinggi dalam berkontribusi dengan masyarakat luas untuk perubahan perilaku lingkungan.

“Aksi nyata baik di tingkat individual maupun kolektif untuk memperbaiki lingkungan kita sangat diperlukan,” imbuh Prof. Erna. Sebagai salah satu contoh aksi nyata yang dijelaskan oleh Prof. Erna berdasarkan buku tersebut adalah dengan cara menanam pohon di tanah air. Pasalnya, dengan penanaman pohon itu dapat ‘menetralkan’ emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dihasilkan dari ratusan ribu ton bahan bakar minyak pesawat untuk menerbangkan jamaah haji.

“Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang akan dilepaskan ke atmosfer itu akan berperan dalam penebalan selaput bumi dan menjadi penyebab adanya pemanasan global.  Oleh karena itu, emisi GRK nya lah yang harus dinetralkan oleh para jamaah haji,” ujar Prof Erna.

Buku yang dijadikan sebagai upaya mewujudkan Rencana Aksi Tujuh Tahun Mulim untuk Perubahan Iklim (Muslim Seven Year Action Plan on Climate Change) yang dikembangkan melalui kerjasama antara Alliance of Religion and Conservation (ARC) dengan United Nation Development Program (UNDP), secara resmi akan diluncurkan dalam versi bahasa Indonesia pada tanggal 14 Juni 2012 di Ruang Seminar Universitas Nasional, Selasar Blok I Lantai 3.

Rencananya kegiatan tersebut akan dibarengi dengan Seminar Nasional Haji Ramah Lingkungan dihadiri oleh pembicara yaitu Drs. Ahmad Kartono,MS, Direktur Pelayanan  Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr Armi Susandi, Deputy Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI), Ir Hayu Prabowo, MHum, Direktur Pemuliaan Lingkungan dan Sumber Daya Alam  Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Penulis Utama The Green Guide for Hajj, Dr. Husna Ahmed, OBE.

Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar