Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sepak Bola Kematian (II)

Kamis, 14 Juni 2012, 03:30 WIB
Komentar : 0
timesofmalta.com
Film The Match
Film The Match

REPUBLIKA.CO.ID,Kulikov, sang produser film, mengatakan “The Match” bukan film anti-Ukraina, juga bukan film tentang heroisme Rusia. Menurut dia, ini film tentang heroisme Ukraina dan warga Kiev melawan pendudukan Jerman.

Kulikov mungkin benar. Ada satu adegan pemain Ukraina — atau yang berbahasa Ukraina — terlibat bentrok dengan pemain berbahasa Jerman, dengan latar belakang gambar Swastika raksasa. Ia yakin pemerintah Ukraina menghadapi tekanan dari kelompok nasionalis radikal, dan kelompok-kelompok neo- Nazi, dan terpaksa melarang film ini.

Volodymyr Fesenko, analis politik Ukraina, punya alasan lain untuk mendukung pelarangan ini. Menurut dia, beberapa adegan dalam film itu berpotensi memicu agresivitas fans Ukraina terhadap fans dan tim sepak bola Jerman.

Sejumlah sejarawan menyebut Kulikov memutarbalikkan fakta peristiwa pertandingan itu. Adalah benar tim Ukraina mengalahkan Wehrmacht, tapi tidak ada bukti seluruh pemain dieksekusi seusai laga.

Volodymyr Prystaiko, mantan perwira Uni Soviet yang menuliskan kisah itu ke dalam buku, mengatakan sepekan setelah laga sembilan pemain Ukraina ditangkap. Satu tewas di penjara, lainnya ditembak di kamp konsentrasi di Kiev, enam bulan kemudian.

Jerman juga bereaksi dengan mengungkap hasil investigasi tahun 2005 terhadap laga itu. Mereka membenarkan tiga pemain sepak bola Ukraina tewas seusai laga itu, tapi tidak berkaitan dengan pertandingan.

Kelompok nasionalis radikal Ukraina menuduh Kulikov, yang notabene orang Rusia, memanipulasi sejarah dengan memperlihatkan orang Ukraina pada Perang Duna II sebenarnya anti-Jerman. Analisis terbaru menyebutkan Rusia sedang mengajak Ukraina untuk menjadikan Jerman sebagai musuh bersama, demi menjaga kestabilan hubungan mereka di negeri itu.

Reporter : teguh setiawan
Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Rasulullah SAW melaknat tukang pemberi suap, menerima suap, dan menjadi perantara diantaranya(HR Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...