Ahad , 27 Maret 2016, 07:00 WIB

Petak Sinkian Lahirkan Djamiat Dalhar, Putra Betawi Legenda PSSI

Red: Karta Raharja Ucu
ANTARA
Ramang
Ramang

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Alwi Shahab

Pelaku dan pencinta sepak bola di Jakarta terkesiap tatkala mendengar kabar lapangan sepak bola Petak Sinkian akan digusur pada 2011 lalu. Sulit bagi mereka membayangkan lapangan bersejarah yang terletak di Jalan Ubi Petak Sinkian, Kelurahan Manggabesar, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, ini hilang begitu saja.

Selain menjadi saksi sejarah kehebatan sepak bola Indonesia di masa lalu, Petak Sinkian masih menjadi penghasil calon bintang masa depan lapangan hijau. Saat ini, sekitar 250 anak yang berlatih mengolah si kulit bundar di sana akan kehilangan tempat latihan jika Petak Sinkian digusur.

Bicara Petak Sinkian tidak terlepas dari sejarah etnis Tionghoa di Jakarta pada 1900-an. Pada 15 Desember 1905, berdiri perkumpulan olahraga Tiong Hoa Oen Tong Hwee (THOTH). Awalnya, THOTH mengutamakan atletik, tetapi kemudian melebar ke sepak bola, bola sodok, dan tenis.

Pada 20 Februari 1912, berdiri pula Tiong Hoa Hwee Kian (THHK) yang didirikan oleh Oey Keng Seng dan Louw Hap Ie. Nama THHK kemudian diubah menjadi Union Makes Strength (UMS).

Pada 1923, atas kesepakatan para anggotanya, THOTH melebur ke dalam UMS. Untuk menghormati THOTH, pada 15 Desember 1905 dianggap sebagai berdirinya UMS.